Translate

Showing posts with label Gramedia. Show all posts
Showing posts with label Gramedia. Show all posts

Wednesday, August 28, 2013

Books "RONGGENG DUKUH PARUK"

Judul Asli : RONGGENG DUKUH PARUK
Copyright © by Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cover by Mendiola Design | photos by Eriek Juragan
Cetakan VII : November 2011 ; 408 hlm
Rate : 3,5 of 5

Dukuh Paruk yang terdiri dari 23 rumah merupakan kawasan pemukiman yang kecil dan tersendiri, jauh dari kawasan pemukiman lainnya. Para penghuninya merupakan keturunan dari Ki Secamenggala – moyang yang pernah menanamkan ‘namanya’ dalam sejarah sebagai pelarian bromocorah yang sengaja mencari tempat terpencil untuk menyepi dan menghabiskan sisa hidupnya. Sisa keturunan yang masih ada, bertahan hidup dengan tetap memegang adat istiadat serta aturan peninggalan leluhur mereka, termasuk tetap menyembah pemakaman Ki Secamenggala dan mempercayai ramalan bahwa suatu saat, Dukuh Paruk akan kembali meraih kejayaan seperti masa lalu melalui titisan roh indang pada calon ronggeng.
“Di pedukuhan itu ada kepercayaan kuat, seorang ronggeng sejati bukan hasil pengajaran. Bagaimanapun diajari, seorang perawan tak bisa menjadi ronggeng kecuali roh indang telah merasuk tubuhnya. Indang adalah semacam wangsit yang dimuliakan di dunia peronggengan.” [ p. 13 ]

Sunday, July 21, 2013

Books "OUT"


Books “BEBAS”
Judul Asli : OUT
Copyright © 1997 by Natsuo Kirino
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Cetakan II : Mei 2007 ; 576 hlm
Design & Cover by Satya Utama Jadi
Cover photograh © by Dylan Collard
Rate : 3,5
[ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ]

Novel suspense karya penulis Jepang senantiasa menghadirkan nuansa yang menarik sekaligus mencekam, perpaduan antara kriminalitas denga dunia semi-supranatural sebagaimana keyakinan dan kepercayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat Jepang. Saat melihat novel ini, satu hal yang sangat menarik perhatianku, desain sampul yang merupakan kombinasi ilustrasi serta fotografi yang unik, disertai sinopsis yang tak pelak mengundang rasa penasaran. Sayangnya novel ini sudah cukup langka dan sulit ditemui, and thanks to mbak Astrid maka akhirnya kesempatan untuk ‘menikmati’ bacaaan yang mendapat rekomendasi kategori ‘gory’ dari beberapa rekan yang sudah membacanya, kini dapat pula dialami ...

Kisah ini dibuka dengan adegan kegiatan buruh pabrik yang merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang berkembang di Jepang. Sebagaimana negara yang maju dan berkembang, salah satu penopang perekonomian dapat dilihat pada distrik industri, pabrik-pabrik yang tetap memperlakukan jam kerja penuh selama 24 jam, hingga ada pekerja shift pagi sesuai jam kerja normal, dan ada pula pekerja shift malam yang memulai tepat pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Dari sekian banyak buruh dan pekerja kasar inilah, kisah kehidupan manusia dituturkan melalui sosok 4 orang wanita yang berbeda latar belakang dan kehidupan masing-masing, berteman karena sama-sama menjalani pekerjaan berat di pabrik makanan kotakan, hingga sebuah peristiwa mengerikan memicu rangkaian kejadian yang merubah total kehidupan mereka.

Saturday, April 20, 2013

Books "A WEREWOLF BOY"

Judul Asli : A WEREWOLF BOY
Text Copyright © 2012 Kim Mi Ri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Juliana Tan & Iingliana
Cetakan I : April 2013 ; 208 hlm
Rate : 3,5 of 5
Sepanjang malam aku menunggu matahari terbit di luar jendela
Karena begitu pagi tiba, aku bisa bertemu dengannya
Terima kasih karena menggengam tangnku
Terima kasih karena menatap mataku
Terima kasih karena kau yang kunanti-nanti akhirnya tiba di sini
Sepanjang hari aku menunggu bulan muncul di langit
Karena begitu malam tiba, aku bisa berbicara denganmu
Jangan lupakan janji kita
Jangn lupakan rahasia kita
Jangan lupakan betapa jantungku berdebar keras
Ketika menatap matamu
Betapa aku mencintai senyummu
Alkisah di sebuah tempat terpencil di Korea, hidupnya seorang pria, seorang ilmuwan, menyendiri, tak pernah berhubungan dengan siapa pun termasuk tetangga terdekat yang hanya segelintir. Ia menjalani kehidupan pribadi yang sunyi dan sepi hanya ditemani kawanan serigala yang dikurung dalam sebuah gubuk di dekat rumahnya. Hingga pada suatu hari, tepatnya di awal musim gugur tahun 1963, mendadak sang ilmuwan terkena serangan jantung dan tewas tanpa ada seorang pun di sisinya, meninggalkan warisan serta rahasia yang tak diketahui oleh siapa pun.

Tiga tahun kemudian, di tempat yang sama, sebuah keluarga terdiri dari seorang janda beserta kedua putrinya, pindah ke tempat itu. Mereka baru saja mengalami tragedi besar, sang suami, ayah, kepala keluarga, meninggal dunia dan meninggalkan segala kesulitan serta kerumitan uang memaksa mereka harus pindah dari kota. Putri tertua bernama Kim Sooni – memiliki kondisi kesehatan yang memaksanya harus banyak beristirahat dan tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah biasa. Si bungsu yang lincah serta tomboi bernama Kim Soon Ja, tidak terlalu peduli dengan perbedaan kondisi kehidupan yang mereka alami. Sedangkan sang ibu harus menguatkan diri guna membangun kembali keluarganya.

Wednesday, March 27, 2013

Books "ibuk,_"



Judul Asli : ibuk,
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Editor : Mirna Yulistianti
Proof Reader : Dwi Ayu Ningrum
Desain & Ilustrasi sampul : Itjuk Rahayu
Setter : Ayu Lestari
Cetakan I : Juni 2012 ; 296 hlm 

Pertama kali mendengar judul ini, sempat kusangka merupakan drama parodi plesetan dari ‘e-book’ namun setelah ‘membaca’ judulnya lebih cermat, ternyata merupakan kalimat dari sebuah panggilan akrab bagi seorang ibu, panggilan yang sangat dikenal oleh masyarakat Jawa yaitu ‘ibuk, __’

Dalam waktu sebulan setelah rilis, buku ini bukan hanya memperoleh respons yang sangat positif dari kalangan pembaca, bahkan mengalami cetak ulang dalam tempo hanya sebulan. Rasa penasaran sempat menggugah keinginanku untuk segera membuka buku ini dan membaca kisahnya, namun karena kesibukan dan lain sebagainya, akhirnya baru pada bulan ini diriku berusaha menyempatkan diri untuk berkelana dalam kisah yang memperoleh nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2012 ini. 

Sebuah kisah tentang seorang wanita bernama Tinah dan seorang pria bernama Sim, yang terikat jiwa satu sama lain dan bertekad menjalin bahtera rumah tangga bersama, sehidup dan semati, dalam kesenangan maupun kesusahan. Hidup seadanya dari nafkah Slim sebagai kenek angkot hingga akhirnya berhasil memiliki angkot sendiri, ditambah dengan kelahiran putra-putri mereka, Tinah – sang gadis lugu yang tidak tamat SD, tak pernah mengeluh hanya berusaha sekuat tenaga membantu sang suami mengatur rumah tangga dan mencukupi kebutuhan masing-masing anggota keluarganya. 

Books "GADIS KRETEK"



Judul Asli : GADIS KRETEK
Penulis : Ratih Kumala
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Editor : Mirna Yulistianti
Desain & Ilustrasi Isi : Iksaka Banu
Cetakan I : Maret 2012 ; 276 hlm 

Awal Maret kemarin salah seorang teman menunjukkan sebuah ‘cover’ sampul buku yang akan rilis, sekilas kukira kisah tentang Ibu Kartini (maklum dari hanya melihat sekilas), karena suka dengan kisah sejarah, maka ku-iyakan saja pre-order buku ini. Dan ternyata saat menerima bukunya, lho judulnya “Gadis Kretek” ...berarti pasti tentang rokok – sesuatu yang sangat tidak aku sukai. Tetapi ada pepatah mengatakan ‘don’t judge by its cover’ atau ‘jangan menilai hanya berdasarkan tampilan luarnya’, selidiki dahulu kebenaran isinya, maka setelah sekian bulan terlupakan, kuraih buku ini dan memulai kisahnya ...

Ternyata sangat menarik !!! Walau tidak pada awal-awal kisah, justru menjelang separuh buku, kisah tentang pergulatan dan perjuangan hidup manusia dengan menggunakan latar belakang budaya serta sejarah bangsa Indonesia, semakin mencekam dengan ketegangan sekaligus pembelajaran --- setidaknya diriku belajar tentang hal-hal baru, tentang sejarah pembuatan rokok, walau produknya tak kusukai secara pribadi, tapi proses yang dilakukan pasti ‘mengundang selera’ kebanyakan orang untuk menyimak lebih dalam. 

Books "CANTING"



Judul Asli : CANTING
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Desain & Ilustrasi sampul : Wedha
Cetakan I : Oktober 2007 ; 408 hlm 

Kisah dibuka dengan kehidupan di Ndalem Ngabean Sestrokusuman – kediaman Raden Ngabehi Sestrokusuma, atau yang dikenal sebagai Pak Bei, pengayom penduduk setempat, juragan batik yang memiliki 112 buruh batik beserta angggota keluarganya. Namun suasana pada pagi hari itu sedikit berbeda dengan hari-hari biasa. Para buruh batik diliburkan, dan Bu Bei tidak berangkat ‘kulakan batik’ di Pasar Klewer, alasannya Pak Bei sedang sakit. Alasan sebenarnya Bu Bei ternyata sedang mengandung. Masalahnya ia sudah terlalu tua untuk hamil kembali. Bu Bei sudah berusia 32 tahun saat itu. Anak-anak mereka sudah besar-besar. Apa ‘omongan’ orang-orang jika tahu tentang hal ini. Dan bagaimana tanggapan Pak Bei atas kehamilan yang tak disangka-sangka ini ... 

Bu Bei sudah menikah saat berusia 14 tahun. Nama aslinya Tuginem, seorang putri rakyat biasa, yang tak bermimpi dipersunting oleh Den Bei Daryono – putra sulung Ngabean, keluarga priyayi. Pernikahan antara keduanya, menimbulkan berbagai masalah. Keluarga mempelai wanita diangkat derajat serta martabatnya, bahkan desa asalnya mendapat kehormatan karena salah satu penghuninya menjadi anggota keluarga Ngabean. Namun bagi keluarga mempelai pria, hal ini merupakan ‘aib’ yang menjadi pembicaraan serta kasak-kusuk kerabat dalam. Tuginem harus banyak belajar untuk menjadi sosok panutan dan pasangan yang pantas bagi Den Bei Daryono, apalagi semenjak ia menyandang panggilan Bu Bei. 

Books "BORN UNDER A MILLION SHADOWS"



Books "DALAM SEJUTA BAYANGAN"
Judul Asli : BORN UNDER A MILLION SHADOWS
Copyright © by Andrea Busfield
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Septina Ferniati
Editor : Rini Nurul Badariah
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : Mei 2012 ; 376 hlm 

Sinopsis :
Fawad – bocah laki-laki berusia 11 tahun adalah salah satu dari sekian banyak penduduk Afganistan yang mengalami penderitaan bertahun-tahun. Hidup berdua dengan sang ibu yang harus bekerja sebagai pembersih di kediaman orang-orang kaya, Fawad tahu bahwa ia juga harus membantu dengan menawarkan jasa di Chicken Street pada para turis asing. Apalagi mereka berdua menumpang di kediaman bibi Fawad, saudara ibunya. Sebuah kediaman kecil dan sempit, apalagi diisi oleh sang bibi, suaminya serta anak-anaknya, tempat yang kotor dan penuh sarang penyakit. Namun hal itu jauh lebih baik daripada hidup terlantar di jalanan. 

Fawad masih ingat akan kisah-kisah masa lalu, kisah-kisah saat kehidupan kedua orang tuanya masih bahagia. Mereka menikah dan memiliki putra pertama bernama Bilal. Tiga tahun kemudian, pasukan Rusia meninggalkan Afghanistan setelah kalah perang melawan pasukan Mujahidin. Kemudian dalam masa transisi perpindahan kekuasaan yang penuh gejolak serta keributan, masuklah kaum Taliban yang memberikan ‘aturan-aturan’ baru bagi penduduk Afghanistan. Dan pada saat itu lahirlah Mina – putri satu-satunya dan kakak Fawad. Menyusul kelahiran Yosef beberapa tahun kemudian, lalu terakhir Fawad lahir. Yosef meninggal sewaktu kecil karena digigit seekor anjing. Kematian Yosef disusul oleh kepergian sang ayah yang mengikuti pasukan pemberontak melawan kekuasaan rezim Taliban. Dan beliau tewas, meninggalkan jandanya yang cukup cantik, dua orang putra dan putri yang masih kecil, serta seorang bayi, berjuang mempertahankan hidup dengan penuh ketakutan akan bencana lain. 

Books "VEIL OF ROSES"



Judul Asli : VEIL OF ROSES
Copyright © by Laura Fitzgerald
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Rahmani Astuti
Editor : Rini Nurul Badaria
Cover by Marcel A.W.
Cetakan I : Mei 2012 ; 376 hlm 

Saat pertama kali melihat judul novel yang akan rilis ini, diriku tergelitik untuk mencari tahu lewat sinopsis dan review dari luar, ternyata cukup untuk menarik perhatian diriku untuk membeli dan membacanya ... dan rekan-rekan sesama penikmat buku, boleh kusampaikan terlebih dahulu bahwa harapanku akan bacaan yang bukan saja menarik tapi juga mampu menggerakkan ‘sesuatu’ di dalam hatiku, benar-benar terpenuhi ...

Sinopsis :
Kisah ini tentang gadis bernama Tamila Soroush yang tinggal di Republik Islam Iran bersama kedua orang tuanya. Dilahirkan sebagai seorang wanita yang sangat dibatasi kebebasan serta pemikirannya secara hukum di negara tersebut, tidak menghalangi kedua orang tua Tamila dalam memberikan pendidikan yang cukup bagi anak gadisnya. Kedua orang tua Tamila menempuh pendidikan di Amerika sekitar tahun 1970-an, dan Tamila lahir serta dibesarkan di sana hingga usia 2 tahun, ketika keluarganya memutuskan pulang ke negara asal pada masa gejolak perebutan kekuasaan dari Shah Iran ke Ayatollah Khomeini. Berharap akan perubahan suasana dan ‘udara segar’ pada pergantian rezim itu, justru mendapati bahwa mereka berdua tak akan pernah bisa keluar dari Iran, paspor mereka yang bertanda “Amerika” ditandai dan ditahan, harapan serta impian akan hidup yang lebih baik perlahan mulai redup. 

Books "BOTCHAN"



Books “BOTCHAN”
Judul Asli : BOTCHAN
Copyright © by Natsume Soseki
English Translation by Alan Turney
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Indah Santi Pratidina
Cetakan ke-01 : Februari 2009 ; 224 hlm
Cover by Martin Dima 

Sinopsis :
Botchan adalah sosok laki-laki yang mengalami banyak hal dalam kehidupan pribadinya. Semenjak kanak-kanak, ia tak pernah lepas dari ‘masalah’ – sehingga membuat dirinya dianggap anak berandalan yang tak punya masa depan.

Baik ayah, ibu maupun kakaknya, tak pernah ada yang menyukai maupun memahami semua tingkah lakunya. Hanya seorang wanita tua, pelayan keluarga mereka, yang menyayangi dirinya serta mampu melihat bahwa dibalik semua ‘keributan dan masalah’ yang diperbuat – yang ada hanyalah sosok manusia yang jujur, apa adanya, sifatnya yang tak suka berpura-pura serta bertindak secara spontan inilah yang justru sering membuatnya menghadapi masalah. 

Sejalan dengan waktu, bocah tersebut tumbuh menjadi pria dewasa, jauh dari keluarganya yang ‘membuangnya’–hingga saat terakhir berbekal sebagian warisan keluarga yang diberikan kakaknya, dia memutuskan secara spontan menerima tawaran pekerjaan sebagai guru di daerah pelosok. Kiyo – sang mantan pelayan yang dianggapnya sebagai satu-satunya kerabat yang mengasihinya, mengantar ‘kepergiaan-nya’ dengan pesan agar berhati-hati dalam menjaga tingkah-lakunya yang suka tanpa ‘tedeng aling-aling’ alias blak-blakan dan berusaha beradaptasi di daerah baru yang akan dituju.

Books "MEMOIRS OF A GEISHA"



Books “Memoar Seorang Geisha”
Judul Asli : MEMOIRS OF A GEISHA
Copyright © 1997 by Arthur Golden
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Cetakan XI : Desember 2007 ; 496 hlm
[ Review in Indonesia & English ]

[ Period : 1930 ] ~ [ Setting : Yoroido – Kyoto ; Japan ] ~ [ Facts : History about the living of geisha community in Gion District, Kyoto ]

Awal pembukaan kisah cukup menarik, dimulai dengan kata pengantar berjudul ‘Catatan Penerjemah’ yang anehnya berbeda dengan nama alih bahasa di edisi terjemahan ini, namun sambil melanjutkan halaman demi halaman, dan melalui hasil wawancara dengan sang penulis, ternyata memang kondisi ini disengaja, untuk mendekatkan pembaca dengan penuturan lewat sudut pandang orang pertama : sosok Sayuri – tokoh utama kisah ini, dengan perantaraan orang kedua, yaitu ‘sang penerjemah’, yang dituturkan bagaikan sebuah memoar. Ini adalah sebuah kisah fiksi yang memperoleh banyak masukan dari gambaran kehidupan nyata para geisha di era tahun 1930-an. Meski sebuah fiksi belaka, namun banyak kebenaran di dalamnya, fakta-fakta yang selama ini tersembunyi dalam suatu komunitas kehidupan yang penuh dengan kontroversi serta skandal. 

Tokoh utama dalam kisah ini adalah gadis cilik bernama Chiyo – putri kedua pasangan nelayan miskin Minoru Sakamoto dari pernikahannya yang kedua. Ia memiliki kakak perempuan bernama Satsu yang berbeda usia 7 tahun. Jika Satsu sangat mirip dengan ayah mereka, maka Chiyo mirip sekali dengan ibunya, terutama sepasang mata besar berwarna kelabu transparan, sesuatu yang langsung menarik perhatian dimana sebagian besar warna mata di Jepang adalah gelap atau kecokelatan. Saat Chiyo berusia 7 tahun, sang ibu jatuh sakit dan tak pernah pulih, membuatnya senantiasa berbaring tak berdaya dan kesakitan di atas tempat tidur. 

Books "THE VILLAGE BRIDE OF BEVERLY HILLS"



Judul Asli : THE VILLAGE BRIDE OF BEVERLY HILLS
Copyright © 2004 by Kavita Daswani
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Cetakan ke-01 : Juni 2008 ; 336 hlm
 
Sinopsis Cerita :
Ini adalah kisah tentang seorang wanita yang hidup dalam lingkungan adat dan budaya tradisional yang masih kental di jaman modern, memperjuangkan kebahagiaan serta cinta dalam hidupnya serta mempertahankan nilai-nilai moral dan harga dirinya sebagai manusia. 

Priyanka – dikenal dengan ‘Priya’ , gadis India yang diberi nama sesuai putri tunggal Rajiv dan Sonia Gandhi ( mantan perdana menteri India yang terbunuh ) , percaya bahwa nama yang diberikan oleh orang tuanya yang membuat dirinya menikah pada usia 24 tahun, mendahului ketiga kakaknya.  Priya menikah dengan Sanjay Sohni melalui sistem perjodohan tradisional India, lewat perantara, setelah bertukar foto, saling bertemu selama 1 minggu, masing-masing pihak dan keluarga setuju untuk melangsungkan pernikahan. Maka jadilah Priya pengantin baru dan sebagai seorang istri, ia wajib mengikuti suaminya kembali ke Los Angeles, Amerika.

Berada ribuan mil berjauhan dari sanak dan keluarganya, Priya belajar menyesuaikan diri hidup di kota yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Dan tugasnya tidak semakin ringan karena sebagai menantu Hindu yang taat, maka ia wajib melakukan semua tugas rumah tangga, mulai dari berbelanja di supermarket, memasak makanan untuk sekeluarga, membersihkan rumah setiap hari serta melayani kebutuhan keluarga Sanjay … ya, benar sekali – mereka tinggal serumah dengan kedua orang tua Sanjay beserta adik perempuan Sanjay bernama Malini. 

Books "THE PALACE OF ILLUSIONS"


Books “ISTANA KHAYALAN”
Judul Asli : THE PALACE OF ILLUSIONS
Copyright © 2008 by Chitra Banerjee Divakaruni
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Cover by Satya Utama Jadi
Cetakan ke-01 : Juli 2009 ; 496 hlm

Pembuka :
Saat membaca sinopsis buku ini, teringat kembali akan kisah-kisah tentang tokoh-tokoh ‘pewayangan’ yang dulu sangat akrab sebagai bacaan semasa kecil lewat komik-komik maupun cergam karangan R.A. Kosasih. Rasa penasaran serta keinginan untuk mengulang kembali kisah-kisah tersebut, menggerakkan hati-ku untuk memilih buku ini sebagai salah ‘teman’ dalam perjalanan keluar kota.

Saat membuka halaman pembuka, masuk kata pengantar (yang sangat menarik karena bukan sekedar ucapan terima kasih belaka, namun disertai pula catatan dari penulis yang mengungkapkan sedikit ‘buah-pikiran’ mengapa beliau menulis kisah ini dari sudut pandang yang berbeda), kemudian mulai memasuki lembar-lembar kisah yang menjadi awal dari sosok utama tokoh wanita yang dikenal dengan nama Drupadi – wanita yang menjadi pasangan serta pendamping Pandawa Lima, wanita yang lewat kisah ini dituturkan memegang peranan besar dalam kancah Bharatayuda.

Sebagai salah satu karya sastra yang tak lekang oleh waktu, kisah Mahabharata merupakan bagian dari penulisan buku ini, namun jangan berharap membaca kisah yang sama – karena penulis memilih memberikan ‘kursi-utama’ pada Drupadi yang kemudian dikenal sebagai Panchali (sebutan terhormat yang lebih umum bagi masyarakat India) untuk mengisahkan jalannya sejarah keturunan dinasti Kuru dari sudut pandang-nya ; dari sudut pandang seorang wanita yang memiliki emosi, hasrat serta ambisi tinggi, sesuatu yang jarang dan tidak dapat diterima dengan baik oleh masyarakat pada waktu itu. 

Books "EAST WIND WEST WIND"



Books “ANGIN TIMUR ANGIN BARAT”
Judul Asli : EAST WIND WEST WIND
Copyright © 1930 by Pearl S. Buck
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lanny Murtihardjana
Cover by Satya Utama Jadi
Cetakan I : Februari 2009 ; 240 hlm 

Sebagai penggemar karya Pearl S. Buck – penulis asal Amerika yang memiliki ketertarikan kuat akan akar budaya Asia, buku ini menjadi salah satu target bacaannku, terutama dalam program Reading Challenge Historical Fiction. Namun setelah membaca kisahnya, kali ini penulis lebih berpegang pada adat-istiadat serta budaya kuno bangsa Cina yang bertemu dengan budaya Barat, sedikit mirip kisah kehidupan keluarga Wang (The Good Earth ; Sons ; A House Divided), namun lebih diutamakan kepada lingkup yang lebih kecil tanpa menyinggung soal sejarah serta perubahan politik. Meski demikian, buku yang tidak terlalu tebal ini, mampu memberikan gambaran serta sorotan tajam penulis akan kekangan adat budaya lama Cina di era yang mendekati dunia modern Barat.

Dengan menggunakan gaya penuturan ala buku harian, kisah ini merupakan curahan hati serta pikiran gadis bernama Kwei Lan. Sebagaimana adat Cina, meski ia terlahir dari Istri Pertama sebuah keluarga terpandang, kehidupannya berjalan nyaris tanpa perhatian atau kasih sayang kedua orang tuanya. Sang ibu mencurahkan seluruh perhatiannya kepada putranya – kakak Kwei Lan sekaligus penerus nama keluarga mereka. Sedangkan sang ayah, lebih memilih bersenang-senang dengan berbagai wanita yang dijadikan Selir-Selirnya. Kwei Lan gadis yang anggun, cantik, menarik serta telah mempelajari berbagai pengetahuan serta ketrampilan layaknya wanita terhormat. Maka ketika tiba waktunya, ia dipanggil untuk menikah dengan jodoh pilihan kedua orang tua masing-masing pihak, yang telah ditentukan semenjak ia lahir.