Translate

Showing posts with label Psychological. Show all posts
Showing posts with label Psychological. Show all posts

Wednesday, August 28, 2013

Books "RONGGENG DUKUH PARUK"

Judul Asli : RONGGENG DUKUH PARUK
Copyright © by Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cover by Mendiola Design | photos by Eriek Juragan
Cetakan VII : November 2011 ; 408 hlm
Rate : 3,5 of 5

Dukuh Paruk yang terdiri dari 23 rumah merupakan kawasan pemukiman yang kecil dan tersendiri, jauh dari kawasan pemukiman lainnya. Para penghuninya merupakan keturunan dari Ki Secamenggala – moyang yang pernah menanamkan ‘namanya’ dalam sejarah sebagai pelarian bromocorah yang sengaja mencari tempat terpencil untuk menyepi dan menghabiskan sisa hidupnya. Sisa keturunan yang masih ada, bertahan hidup dengan tetap memegang adat istiadat serta aturan peninggalan leluhur mereka, termasuk tetap menyembah pemakaman Ki Secamenggala dan mempercayai ramalan bahwa suatu saat, Dukuh Paruk akan kembali meraih kejayaan seperti masa lalu melalui titisan roh indang pada calon ronggeng.
“Di pedukuhan itu ada kepercayaan kuat, seorang ronggeng sejati bukan hasil pengajaran. Bagaimanapun diajari, seorang perawan tak bisa menjadi ronggeng kecuali roh indang telah merasuk tubuhnya. Indang adalah semacam wangsit yang dimuliakan di dunia peronggengan.” [ p. 13 ]

Sunday, August 25, 2013

Books "COIN LOCKER BABIES"


Judul Asli : COIN LOCKER BABIES
Copyright © 1980 by Ryu Murakami
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Anin Finia
Cetakan I : Juni 2012 ; 554 hlm
Rate 3 of 5
[ Conclusion in English at the bottom Post ]
~ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ~
“Dari tahun 1969 sampai 1975 telah ditemukan sebanyak 68 bayi yang dibuang di seluruh Jepang. Kebanyakan sudah membusuk menjadi mayat. Bayi itu dibuang setelah meninggal dan sisanya tewas di dalam loker sewaan. Bayi yang ditemukan masih hidup, kebanyakan mati setelah sampai di rumah sakit. Jadi bisa dikatakan, yang mampu bertahan hidup hanyalah mereka berdua. Mereka mampu mengalahkan ketakutan alam bawah sadar saat menghadapi kematian beberapa puluh jam setelah dilahirkan.” [ p. 11 ]
Ini adalah kisah dua orang bayi yang ‘dibuang’ oleh ibu masing-masing segera setelah dilahirkan, dan mereka disembunyikan di dalam loker barang di stasiun, hingga ditemukan oleh pihak berwenang. Kikuyuki Sekiguchi ditemukan pada tanggal 18 Juli 1972 dan diberikan dalam asuhan Panti Asuhan Bunda Maria Sakura yang ditangani oleh para biarawati.Kiku tumbuh menjadi bocah yang tampak cukup sehat, namun tak memiliki ketertarikan pada apa pun, lebih memilih tinggal dalam dunianya sendiri. Hingga ia bertemu dengan Hashio Mizouchi, yang kurus dan sakit-sakitan. Keduanya menemukan kebersamaan saat mendapati mereka merupakan dua bayi yang selamat dari pembuangan di loker sewaan. Terutama juga karena keduanya memiliki ‘dunia’ tersendiri yang hanya ada di benak masing-masing.

Sunday, July 21, 2013

Books "OUT"


Books “BEBAS”
Judul Asli : OUT
Copyright © 1997 by Natsuo Kirino
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Cetakan II : Mei 2007 ; 576 hlm
Design & Cover by Satya Utama Jadi
Cover photograh © by Dylan Collard
Rate : 3,5
[ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ]

Novel suspense karya penulis Jepang senantiasa menghadirkan nuansa yang menarik sekaligus mencekam, perpaduan antara kriminalitas denga dunia semi-supranatural sebagaimana keyakinan dan kepercayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat Jepang. Saat melihat novel ini, satu hal yang sangat menarik perhatianku, desain sampul yang merupakan kombinasi ilustrasi serta fotografi yang unik, disertai sinopsis yang tak pelak mengundang rasa penasaran. Sayangnya novel ini sudah cukup langka dan sulit ditemui, and thanks to mbak Astrid maka akhirnya kesempatan untuk ‘menikmati’ bacaaan yang mendapat rekomendasi kategori ‘gory’ dari beberapa rekan yang sudah membacanya, kini dapat pula dialami ...

Kisah ini dibuka dengan adegan kegiatan buruh pabrik yang merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang berkembang di Jepang. Sebagaimana negara yang maju dan berkembang, salah satu penopang perekonomian dapat dilihat pada distrik industri, pabrik-pabrik yang tetap memperlakukan jam kerja penuh selama 24 jam, hingga ada pekerja shift pagi sesuai jam kerja normal, dan ada pula pekerja shift malam yang memulai tepat pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Dari sekian banyak buruh dan pekerja kasar inilah, kisah kehidupan manusia dituturkan melalui sosok 4 orang wanita yang berbeda latar belakang dan kehidupan masing-masing, berteman karena sama-sama menjalani pekerjaan berat di pabrik makanan kotakan, hingga sebuah peristiwa mengerikan memicu rangkaian kejadian yang merubah total kehidupan mereka.

Saturday, July 20, 2013

Books "NORWEGIAN WOOD"

Books ”NORWEGIAN WOOD”
Judul Asli : NORUWEI NO MORI
Copyright © 1987 Haruki Murakami
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Yul Hamiyati
Desain sampul : Aldy Akbar
Lay-out : Wendie Artswenda
Cetakan IV : Mei 2013 ; 423 hlm
Rate : 4 of 5

Mendengar nama Haruki Murakami merupakan gabungan antara rasa ‘penasaran’ sekaligus ‘ngeri’ karena karya-karya beliau bukan saja diakui oleh dunia literatur Internasioanl, melainkan juga termasuk dalam kategori ‘unik-aneh-tidak mudah untuk dipahami’ – maka harap dimaklumi jika baru kali ini diriku memberanikan diri membaca bukunya yang kebetulan diterbitkan ulang oleh penerbit KPG. Dan salah satu alasan lain mengapa diriku akhirnya ‘berani’ mencoba, karena sang penerjemah tidak lain Mr. Jonjon Johana yang sudah kukenal lewat karya terjemahannya seperti Shin Suikoden dan Botchan (yang cukup bagus pula hasilnya).

Buku setebal 400 halaman ini mampu kuselesaikan dalam tempo 2 hari, dan meski kisahnya dapat dikatakan sangat-sangat aneh, dan menggambarkan dunia manusia yang ‘sakit’ dengan pemikiran yang kelam dan cukup vulgar dalam membahas tema-tema yang terbilang tabu (terutama bagi masyarakat Asia), anehnya terdapat suatu ‘keindahan’ yang unik dalam rangkaian kata-kata serta kalimat percakapan yang acapkali mengundang tawa (antara geli sekaligus tersipu malu, mungkin juga sempat bikin warna wajaku jadi ‘blushing’ – untungnya tidak membaca di tempat umum).