Judul Asli : RONGGENG DUKUH PARUK
Copyright © by Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cover by Mendiola Design | photos by Eriek Juragan
Cetakan VII : November 2011 ; 408 hlm
Rate : 3,5 of 5
Dukuh Paruk yang terdiri dari 23 rumah merupakan kawasan pemukiman yang
kecil dan tersendiri, jauh dari kawasan pemukiman lainnya. Para penghuninya merupakan
keturunan dari Ki Secamenggala – moyang yang pernah menanamkan ‘namanya’ dalam
sejarah sebagai pelarian bromocorah yang sengaja mencari tempat terpencil untuk
menyepi dan menghabiskan sisa hidupnya. Sisa keturunan yang masih ada, bertahan
hidup dengan tetap memegang adat istiadat serta aturan peninggalan leluhur
mereka, termasuk tetap menyembah pemakaman Ki Secamenggala dan mempercayai
ramalan bahwa suatu saat, Dukuh Paruk akan kembali meraih kejayaan seperti masa
lalu melalui titisan roh indang pada calon ronggeng.
“Di pedukuhan itu ada kepercayaan kuat, seorang ronggeng sejati bukan hasil pengajaran. Bagaimanapun diajari, seorang perawan tak bisa menjadi ronggeng kecuali roh indang telah merasuk tubuhnya. Indang adalah semacam wangsit yang dimuliakan di dunia peronggengan.” [ p. 13 ]




