Translate

Showing posts with label Koizumi Yakumo. Show all posts
Showing posts with label Koizumi Yakumo. Show all posts

Wednesday, March 27, 2013

Books "KWAIDAN : Japanese's Ghost Stories"



Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm

Kwaidan merupakan kisah tentang hantu-hantu dan misteri yang banyak terdapat pada kisah mitos maupun legenda masyarakat Jepang. Buku ini merupakan kumpulan berbagai kisah pendek yang ditulis ulang oleh sang penulis. Terdiri dari 17 buah kisah, inilah sekilas ulasan untuk masing-masing kisah :


Short Reviews on "KWAIDAN : Japanese's Ghost Story"


Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm
[ full reviews on this book, check on here : KWAIDAN ]

Just Brief Reviews on KWAIDAN [ Short- Stories ]

Kisah ‘Mimi-Nashi-Noichi’ 
[ Hoichi Tanpa Telinga ]
[ short-stories | from Kwaidan by Koizumi Yakumo ]
Plot-Themes-Setting : 5  | Characters : 5 | Rate : 5
Verdict : Really Spooky
Kisah dimulai saat 700 tahun silam tepatnya di Dan-no-ura di Selat Shimonoseki, pertempuran terakhir yang sengit antara Kaum Heiki (Klan Taira) dengan Kaum Genji (Klan Minamoto) yang berlangsung berkepanjangan, berakhir dengan tumpasnya Kaum Heike beserta seluruh pengikutnya tanpa tersisa, termasuk sang kaisar kecil yang dikenal sebagai Antoku Tenno. Konon, tempat ini masih sering muncul berbagai peristiwa aneh yang menandai banyaknya hantu-hantu penasaran yang acapkali muncul, mengganggu atau mencari korban manusia sebagai balas dendam. Akibatnya dibangun sebuah kui Buddha Amidaji di Akamagaseki serta pemakaman di dekat pantai demi ketentraman jiwa hantu-hantu tersebut. Gangguan mulai berkurang, namun manusia yang lemah batin dan pikiran tetap menjadi sasaran korban jika berada di dekat wilayah ini.