Translate

Showing posts with label Cultural Drama. Show all posts
Showing posts with label Cultural Drama. Show all posts

Friday, April 11, 2014

Books "DENGARLAH NYANYIAN ANGIN"

Books “DENGARLAH NYANYIAN ANGIN”
Judul Asli : KAZE NO UTA O KIKE
[ book 1 of The Rat Trilogy ]
Copyright © 1979 by Haruki Murakami
Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Dewi Anggraeni
Desainer sampul : Andrey Pratama
Lay-out : Iedham Fitrianjaya Nugroho
Cetakan II : Mei 2013 ; 119 hlm ; ISBN 978-979-91-0562-2
Rate : 3.5 of 5
“Tiada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna”
Sebuah kalimat pembuka yang mampu membuatku sejenak berpikir sebelum melanjutkan perjalanan menelusuri kata demi kata, halaman demi halaman, dan akhirnya kuputuskan untuk ‘mencoba’ menikmati kisah ini, alih-alih berusaha melakukan analisa atau penilaian tersendiri akan keseluruhan kisah ini ...

Ini adalah kisah tentang ‘Aku’ yang berperan sebagai seorang pemuda berusia menjelang 20 tahun, yang  sedang menghabiskan masa liburan musim panas di kampung halaman yang terletak di pinggir pantai. Sepanjang musim panas ini, ibarat membaca sebuah jurnal, aneka kisah yang tidak memiliki ujung atau pangkal, tentang peristiwa yang dialami atau buah pikirang yang bercokol dalam benak ‘Aku’ – semuanya tertuang menjadi kisah ini ...

Friday, September 20, 2013

Books "DI BAWAH BENDERA MERAH"

Books “DIBAWAH BENDERA MERAH”
Judul Asli : CHANGE
Copyright ©by Mo Yan 2010
English translation by Howard Goldblatt | published by Seagull Books, London, 2010
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Fahmy Yamani
Editor : Anton Kurnia
Penyelaras : Nadia Luwis
Pewajah Isi : Aniza Pujiati
Cetakan I : Juli 2013 ; 144 hlm ; ISBN 978-979-024-410-8
Rate : 3 of 5

Nama Mo Yan mulai dikenal di awal tahun ini, setelah nama beliau disebut sebagai Pemenang Nobel Sastra 2012 lalu. Kemenangan penulis asal negeri China ini menimbulkan polemik tersendiri, dan masyarakat umum terutama kalangan dunia literatur terbagi dalam dua pendapat yang berbeda, yang semuanya mempermasalahan hal yang sama : Siapakah Mo Yan dan apakah beliau layak menerima penghargaan yang dianggap ‘prestisius’ di kalangan dunia literatur ? Apalagi mengingat lawan beliau dalam ajang perebutan penghargaan yang disertai dengan Hadiah bernilai tinggi, adalah penulis yang cukup terkenal di kalangan Internasional : Haruki Murakami dari Jepang.

Mo Yan adalah penulis asal China kedua yang menerima penghargaan ini. Sebelumnya di tahun 2000 telah diraih oleh penulis Gao Xingjian, namun karena beliau telah ‘keluar’ dari negari China sebagai protes terhadapa kebijakan pemerintahan komunis, dan memilih menetap dan menjadi warga negara di Prancis, bisa dikatakan Mo Yan merupakan penulis pertama asal China yang mendapatkan penghargaan yang mayoritas berada di ‘tangan’ para penulis Eropa. Mo Yan dikenal cukup kritis dalam menuliskan kehidupan serta perjuangan masyarakat China dalam pemerintahan komunis yang telah mengukir sejarah ‘kelam’ sekaligus perubahan besar pada negara serta penduduknya.

Thursday, September 19, 2013

Books "OKEI"

Books “OKEI – KASIH TAK SAMPAI SEORANG SAMURAI”
Judul Asli : OKEI
Copyright © 1974 by Mitsugu Saotome
English translation by Kenneth J. Bryson by title ‘Okei – A Girl From The Provinces’ | published by Alma Books, London, 2008.
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Istiani Prajoko
Editor : Fenty Nadia Luwis
Pemeriksa Aksara : Diksi Dik
Pewajah Isi : Eri Ambardi
Cetakan I : Agustus 2013 ; 596 hlm ; ISBN 978-979-024-405-4
Rate : 3,5 of 5

Okei baru berusia 15 tahun ketika ia pertama kali bertemu dengan sosok samurai muda yang kelak selalu memenuhi benak dan hatinya. Sebagai putri pertama dari keluarga pengrajin gentong kayu di wilayah Aizu-Wakamatsu, yang dipimpin oleh bangsawan Matsudaira Katamori – gubernur kehormatan dan masih memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan. Masyarakat Aizu yang berada jauh dari pusat kota, hidup dengan tenang tanpa menyadari adanya pergolakan politik serta ancaman adat-istiadat serta budaya yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka.

Di awali pada penghujung tahun 1862 menurut kalender Masehi, pemerintahan feodal Jepang yang tertata dalam susunan kabinet dimana ada pihak Kerajaan serta Sang Putra Langit sebagai sosok pemimpin dan harapan masyarakat Jepang, bekerjasama dengan Penguasa Shogun yang memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan serta pusat kekuatan militer negara, mulai mengalami guncangan. Masuknya pengaruh ‘dunia Barat’ yang tidak disukai oleh kaum feodal Kuno, semakin kuat ketika akhirnya mereka berhasil ‘mendekati’ Kaisar Jepang baru yang masih sangat muda.

Wednesday, August 28, 2013

Books "RONGGENG DUKUH PARUK"

Judul Asli : RONGGENG DUKUH PARUK
Copyright © by Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cover by Mendiola Design | photos by Eriek Juragan
Cetakan VII : November 2011 ; 408 hlm
Rate : 3,5 of 5

Dukuh Paruk yang terdiri dari 23 rumah merupakan kawasan pemukiman yang kecil dan tersendiri, jauh dari kawasan pemukiman lainnya. Para penghuninya merupakan keturunan dari Ki Secamenggala – moyang yang pernah menanamkan ‘namanya’ dalam sejarah sebagai pelarian bromocorah yang sengaja mencari tempat terpencil untuk menyepi dan menghabiskan sisa hidupnya. Sisa keturunan yang masih ada, bertahan hidup dengan tetap memegang adat istiadat serta aturan peninggalan leluhur mereka, termasuk tetap menyembah pemakaman Ki Secamenggala dan mempercayai ramalan bahwa suatu saat, Dukuh Paruk akan kembali meraih kejayaan seperti masa lalu melalui titisan roh indang pada calon ronggeng.
“Di pedukuhan itu ada kepercayaan kuat, seorang ronggeng sejati bukan hasil pengajaran. Bagaimanapun diajari, seorang perawan tak bisa menjadi ronggeng kecuali roh indang telah merasuk tubuhnya. Indang adalah semacam wangsit yang dimuliakan di dunia peronggengan.” [ p. 13 ]

Sunday, July 21, 2013

Books "OUT"


Books “BEBAS
Judul Asli : OUT
Copyright © 1997 by Natsuo Kirino
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Cetakan II : Mei 2007 ; 576 hlm
Design & Cover by Satya Utama Jadi
Cover photograh © by Dylan Collard
Rate : 3,5
[ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ]

Novel suspense karya penulis Jepang senantiasa menghadirkan nuansa yang menarik sekaligus mencekam, perpaduan antara kriminalitas denga dunia semi-supranatural sebagaimana keyakinan dan kepercayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat Jepang. Saat melihat novel ini, satu hal yang sangat menarik perhatianku, desain sampul yang merupakan kombinasi ilustrasi serta fotografi yang unik, disertai sinopsis yang tak pelak mengundang rasa penasaran. Sayangnya novel ini sudah cukup langka dan sulit ditemui, and thanks to mbak Astrid maka akhirnya kesempatan untuk ‘menikmati’ bacaaan yang mendapat rekomendasi kategori ‘gory’ dari beberapa rekan yang sudah membacanya, kini dapat pula dialami ...

Kisah ini dibuka dengan adegan kegiatan buruh pabrik yang merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang berkembang di Jepang. Sebagaimana negara yang maju dan berkembang, salah satu penopang perekonomian dapat dilihat pada distrik industri, pabrik-pabrik yang tetap memperlakukan jam kerja penuh selama 24 jam, hingga ada pekerja shift pagi sesuai jam kerja normal, dan ada pula pekerja shift malam yang memulai tepat pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Dari sekian banyak buruh dan pekerja kasar inilah, kisah kehidupan manusia dituturkan melalui sosok 4 orang wanita yang berbeda latar belakang dan kehidupan masing-masing, berteman karena sama-sama menjalani pekerjaan berat di pabrik makanan kotakan, hingga sebuah peristiwa mengerikan memicu rangkaian kejadian yang merubah total kehidupan mereka.

Saturday, July 20, 2013

Books "NORWEGIAN WOOD"

Books ”NORWEGIAN WOOD”
Judul Asli : NORUWEI NO MORI
Copyright © 1987 Haruki Murakami
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Yul Hamiyati
Desain sampul : Aldy Akbar
Lay-out : Wendie Artswenda
Cetakan IV : Mei 2013 ; 423 hlm
Rate : 4 of 5

Mendengar nama Haruki Murakami merupakan gabungan antara rasa ‘penasaran’ sekaligus ‘ngeri’ karena karya-karya beliau bukan saja diakui oleh dunia literatur Internasioanl, melainkan juga termasuk dalam kategori ‘unik-aneh-tidak mudah untuk dipahami’ – maka harap dimaklumi jika baru kali ini diriku memberanikan diri membaca bukunya yang kebetulan diterbitkan ulang oleh penerbit KPG. Dan salah satu alasan lain mengapa diriku akhirnya ‘berani’ mencoba, karena sang penerjemah tidak lain Mr. Jonjon Johana yang sudah kukenal lewat karya terjemahannya seperti Shin Suikoden dan Botchan (yang cukup bagus pula hasilnya).

Buku setebal 400 halaman ini mampu kuselesaikan dalam tempo 2 hari, dan meski kisahnya dapat dikatakan sangat-sangat aneh, dan menggambarkan dunia manusia yang ‘sakit’ dengan pemikiran yang kelam dan cukup vulgar dalam membahas tema-tema yang terbilang tabu (terutama bagi masyarakat Asia), anehnya terdapat suatu ‘keindahan’ yang unik dalam rangkaian kata-kata serta kalimat percakapan yang acapkali mengundang tawa (antara geli sekaligus tersipu malu, mungkin juga sempat bikin warna wajaku jadi ‘blushing’ – untungnya tidak membaca di tempat umum). 

Friday, June 21, 2013

Books "THE REMAINS OF THE DAY"

Books “PUING-PUING KEHIDUPAN”
Judul Asli : THE REMAINS OF THE DAY
Copyright © Kazuo Ishiguro 1989
Penerbit Hikmah
Alih Bahasa : Femmy Syahrani
Penyelaras Aksara : Ifah Nurjany
Pewajah Sampul : Windu Tampan
Penata Letak : elcreative26@yahoo.com
Cetakan III : Agustus 2007 ; 338 hlm
Rate : 3,5 of 5 
[ Conclusion at the bottom in English ] 
[ Reblogged from HobbyBuku's Classic ]

Sebuah pepatah lama mengatakan “Gajah mati meninggalkan Gading, Macan mati meninggalkan Belang, Manusia mati meninggalkan Nama” __entah mengapa hal ini yang terngiang di benakku setelah selesai membaca kisah ini, tentang perjalanan hidup sosok manusia yang mencari ‘sesuatu’ yang dianggap sebagai tujuan hidupnya, namun pada titik tertentu ia justru kehilangan arah. Seperti biasa, Kazuo Ishiguro mampu menuangkan buah pikirannya dalam untaian kalimat yang menarik sekaligus ‘indah’ secara keseluruhan dengan narasi yang unik dan sangat sederhana namun memiliki makna cukup dalam.

Kisah ini tentang sosok yang dikenal sebagai Mr. Stevens – Kepala Pelayan di Darlington Hall, salah satu kediaman khas bangsawan Inggris milik keluarga Darlington selama ratusan tahun. Beliau telah mengabdi selama hampir 35 tahun dan melayani langsung Lord Darlington hingga Perang melawan Nazi berimbas pada penurunan status serta perekonomian Lord Darlington. Dan pada akhirnya di tahun 1956 Darlington Hall dijual kepada Mr. Farraday – pengusaha kaya raya dari Amerika yang memiliki ketertarikan akan segala sesuatu yang ‘berbau’ Inggris Kuno. Maka Darlington Hall memiliki pemilik baru dan Mr. Stevens merupakan salah satu bagian dari ‘paket-penjualan’ Darlington Hall, harus mempersiapkan diri melayani majikan yang sama sekali berbeda.

Thursday, April 18, 2013

Books "SCENT OF SAKE"



Books ”AROMA SAKE”
Judul Asli : THE SCENT OF SAKE
Copyright © 2009 by Joyce Lebra
Penerbit GagasMedia
Alih Bahasa : Gema & Wirawan Sukarwo
Editor : Ayuning & Gita Romadhona
Proofreader : @ceriamawardi
Desain sampul : Dwi Anissa Anindhika
Cetakan I : Maret 2012 ; 548 hlm
Rate : 3 of 5

Tema seputar kehidupan kaum wanita Asia terutama sebelum abad ke-20 senantiasa menarik untuk disimak. Budaya, adat istiadat serta norma-norma sosial yang merupakan aturan baku bagi setiap anggota masyarakat terhormat, wajib dipatuhi dan dilaksanakan tanpa pernah mempertanyakan kelayakan atau pun kehendak pribadi. Bahkan untuk kaum wanita, mereka dapat dikatakan tidak memiliki hak ‘suara’ sekalipun untuk menentukan jalan hidup pribadi. Wanita merupakan pendamping dan pendukung kehendak serta kehormatan para pria, terutama pasangan hidup masing-masing, serta bakti kepada keluarga adalah sesuatu yang sangat mutlak harus dipenuhi.

Kisah ini tentang sosok gadis bernama Rie Omura, dari keluarga besar Omura yang terkenal sebagai penghasil sake ternama di wilayah Jepang. Secara turun temurun resep serta ramuan rahasia dijaga, dan kualitas sake keluarga Omura tak perlu diragukan lagi, bahkan dikabarkan akan dinominasikan sebagai sake no. 1 di Jepang. Sebagaimana sebuah keluarga besar dan terpandang, mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya demi masa depan dan kehormatan keluarga, terutama menyangkut pewaris bisnis tersebut. Namnu tragedi menyedihkan menimpa mereka, ketika putra tunggal serta pewaris kerajaan bisnis itu tewas semasa kanak-kanak akibat kecelakaan tragis. Tinggal satu orang keturuna, sang kakak, gadis bernama Rie Omura.

Sunday, March 31, 2013

Books "DREAMS OF JOY"



Books “IMPIAN JOY”
Judul Asli : DREAMS OF JOY
Copyright © 2011 by Lisa See
Penerbit Gradien Mediatama
Alih Bahasa : Martha Pratana
Editor : Mariani Sutanto & Ang Tek Khun
Desain sampul : Heavenly-illusioniz Studio
Cetakan I : Februari 2013 ; 520 hlm
Rate : 4 of 5
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]

“Ma, aku tidak tahu lagi siapa diriku ini. Aku juga tak bisa memahami negeri ini lagi. Negeri ini telah membunuh papa. Aku tahu, Mama akan berkata bahwa aku ini orang yang sedang kebingungan dan aku ini goblok. Mungkin Mama benar, tetapi aku harus mendapatkan jawabannya. Barangkali Negeri Cina adalah rumahku yang sesungguhnya...” [ p. 14 – 15 ]
Kisah ini dibuka dengan sepucuk surat yang ditulis oleh Joy – gadis remaja yang baru saja mengalami tragedi dalam kehidupannya, dan kemudian mendapati bahwa kehidupan yang selama ini dijalaninya ternyata merupakan kebohongan semata. Joy menemukan bahwa dirinya bukan putri kandung kedua orang tuanya. Pearl – sang ibu yang membesarkan dirinya semenjak bayi sebenarnya adalah bibinya, sedangkan May – sang bibi justru merupakan ibu kandung Joy, yang hamil saat remaja dengan seorang seniman asal Cina, sebelum keduanya Pearl dan May melarikan diri ke Amerika. Ayah yang membesarkan Joy bukanlah ayah kandungnya, namun beliau meninggal dengan menggantung diri akibat tekanan dan ancaman dari pihak FBI yang menyelidiki keterkaitan dirinya dengan organisasi terlarang serta pergerakan komunis dari Cina. Penyesalan Joy serta rasa bersalah, membuatnya mengambil keputusan nekad, ia melarikan diri dari kediamannya di Los Angeles, Amerika dan terbang menuju negeri Cina, mencari ayah kandung yang tak pernah dikenalnya.

Wednesday, March 27, 2013

Books "THE BLUE DIARY OF MUMBAI"



Books ”THE BLUE DIARY OF MUMBAI”
Judul Asli : THE BLUE NOTEBOOK
Copyright © 2009 by James Andrew Levine, M.D., Ph.D.
Penerbit Salamadani
Alih Bahasa : Nuraini Mastura
Editor : Endah Wijayanti
Desain sampul : Tyo
Cetakan I : September 2012 ; 344 hlm

“Namaku Batuk. Aku seorang gadis lima belas tahun yang tinggal di Jalan Umum di Mumbai. Aku sudah tinggal di sini selama 6 tahun dan aku diberkahi dengan kecantikan dan sebatang pensil.”

Saat memilih buku ini dari rak etalase di toko buku, bayanganku tentang drama perjuangan anak gadis yang terseret dalam dunia pelacuran di wilayah India, menggugah keingin-tahuanku, apalagi sang penulis juga terkenal sebagai aktifis sosial dalam perjuangan hak-hak manusia di kawasan Asia, namun sembari membaca halaman demi halaman, sungguh sebuah kesan mendalam sekaligus mengerikan dan menyentuh, mewarnai sepanjang kisahnya dari awal hingga akhir.

Ditulis dengan sudut pandang orang pertama, kisah ini merupakan jurnal pribadi gadis bernama Batuk, yang berasal dari keluarga miskin di wilayah India. Dilahirkan dari pasangan suami-istri yang berjuang mencari nafkah namun tak mampu mengimbangi dan memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin membesar, Batuk adalah salah gadis yang memiliki keistimewaan. Bukan saja ia memiliki paras yang cukup elok, ia juga memiliki kecerdasan serta kemauan keras demi memperoleh Impiannya di dalam dunia yang serba kekurangan dan penuh dengan kepahitan dan hal-hal negatif.

Books "KWAIDAN : Japanese's Ghost Stories"



Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm

Kwaidan merupakan kisah tentang hantu-hantu dan misteri yang banyak terdapat pada kisah mitos maupun legenda masyarakat Jepang. Buku ini merupakan kumpulan berbagai kisah pendek yang ditulis ulang oleh sang penulis. Terdiri dari 17 buah kisah, inilah sekilas ulasan untuk masing-masing kisah :


Short Reviews on "KWAIDAN : Japanese's Ghost Story"


Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm
[ full reviews on this book, check on here : KWAIDAN ]

Just Brief Reviews on KWAIDAN [ Short- Stories ]

Kisah ‘Mimi-Nashi-Noichi’ 
[ Hoichi Tanpa Telinga ]
[ short-stories | from Kwaidan by Koizumi Yakumo ]
Plot-Themes-Setting : 5  | Characters : 5 | Rate : 5
Verdict : Really Spooky
Kisah dimulai saat 700 tahun silam tepatnya di Dan-no-ura di Selat Shimonoseki, pertempuran terakhir yang sengit antara Kaum Heiki (Klan Taira) dengan Kaum Genji (Klan Minamoto) yang berlangsung berkepanjangan, berakhir dengan tumpasnya Kaum Heike beserta seluruh pengikutnya tanpa tersisa, termasuk sang kaisar kecil yang dikenal sebagai Antoku Tenno. Konon, tempat ini masih sering muncul berbagai peristiwa aneh yang menandai banyaknya hantu-hantu penasaran yang acapkali muncul, mengganggu atau mencari korban manusia sebagai balas dendam. Akibatnya dibangun sebuah kui Buddha Amidaji di Akamagaseki serta pemakaman di dekat pantai demi ketentraman jiwa hantu-hantu tersebut. Gangguan mulai berkurang, namun manusia yang lemah batin dan pikiran tetap menjadi sasaran korban jika berada di dekat wilayah ini. 

Books "AN ARTIST OF THE FLOATING WORLD"


Judul Asli : AN ARTIST OF THE FLOATING WORLD
Copyright © by Kazuo Ishiguro, 1986
Copyright © 2010 Penerbit Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Rahma Wulandari
ISBN : 978-602-02-0497-0 | 2013 | 226 hlm
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]
“Sebuah kebahagiaan mendalam yang muncul dari keyakinan bahwa perjuangan seseorang telah diakui ; bahwa kerja kerasnya telah membuahkan hasil, keraguannya terhapuskan, semuanya menjadi sepadan dan bernilai – inilah kisah tentang seseorang yang telah mencapai sesuatu  yang  bernilai dan memperoleh pengakuan.” [ p.  223 ]
Kehidupan seorang manusia semenjak ia terlahir di dunia hingga tiba saatnya ia kembali ke asalnya – merupakan perjalanan unik yang memiliki jejak serta warna yang berbeda, antara satu dengan yang lain. Terlepas dari perbedaan ras, kondisi lingkungan, status ekonomi dan sosial, masing-masing memiliki kesempatan yang sama, yaitu menentukan sendiri pilihan akan jalan mana yang akan ditempuh dalam menjalani hari demi hari. Namun yang sering terjadi, manusia tidak mau meluangkan waktu untuk bersyukur atas kebahagiaan, kesenangan, kenyamanan, kenikmatan dan kesuksesaan yang dialami. Bahkan acapkali senantiasa menuntut ‘hak’ diatas ‘kewajiban’ dan menyalahkan siapa saja atas kesalahan dan kegagalan yang dialami, alih-alih berusaha menerima tanggung jawab atas diri sendiri.

Books "WHEN WE WERE ORPHANS"



Books “Masa-Masa Kita Yatim Piatu”
Judul Asli : WHEN WE WERE ORPHANS
Copyright © Kazuo Ishiguro 2000
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Linda Boentaram
Cetakan I : September 2012 ; 416 hlm 

Period : 1920 – 1958 | London, Inggris – Shanghai, Cina
Christopher Banks lahir dan besar di Shanghai, Cina pada awal abad 20. Namun ia menjadi anak yatim piatu pada usia 9 tahun, setelah kedua orang tuanya ‘menghilang’ tanpa jejak. Pihak berwenang mengirim dirinya menyeberangi lautan untuk tinggal dan menetap bersama bibinya di Inggris. Christopher menjalani kehidupan barunya, peradaban serta budaya yang berbeda, dan ia berhasil beradaptasi meskipun tidak masuk dalam kelompok populer. 

Setelah lulus dari Cambridge University, ia menjalani kehidupan baru yang tenang dan santai di kediaman pribadinya, sebuah flat mungil di wilayah Kensington. Pertemuan tak disengaja dengan  James Osbourne – teman lama dari sekolah pada musim panas 1923, memicu serangkaian kejadian yang membawa dirinya berjumpa dengan wanita unik bernama Sarah Hemmings – gadis menarik yang menjadi bahan gunjingan karena perilakunya yang tidak sesuai dengan tradisi kalangan terhormat. 

Pertemuan kedua kalinya dengan gadis ini menimbulkan rasa malu dan amarah pada diri Christopher. Dan ketika tahun berlalu, saat ia berada di puncak karirnya sebagai detektif swasta yang kampiun, Sarah Hemmings justru muncul dan ‘memaksa’ agar ia mau memberikan bantuan untuk memasuki pesta gala kalangan atas, dimana Christopher sudah pasti diundang karena kesuksesannya memecahkan berbagai kasus di Inggris. Christopher tak terlalu memperhatikan perjumpaan tersebut, hingga tiba saat pesta gala diadakan, dan disanalah, di lobby gedung, Sarah menanti dirinya – kunci masuk ke dalam acara eksklusif. Dan Christopher berhasil membalas perlakuaan Sarah dahulu terhadap dirinya, dengan menolak gadis itu di depan umum. 

Books "SAGA NO GABAI BAACHAN"



Judul Asli : SAGA NO GABAI BAACHAN
Copyright © 2001, 2004 Yoshichi Shimada
Illustration Copyright © 2004 Jiro IHA
Indonesian edition copyright © by Mahda Books
Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )
Koordinator Penerjemah : Mikihiro Moriyama
Alih Bahasa : Indah S. Pratidina
Editor : Tim Kansha
Sampul : Iksana Banu
Isi : Husni Kamal
Cetakan I : Januari 2012 ; 320 hlm

“Nek, dua-tiga hari ini, kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?” Sambil tertawa terbahak-bahak, nenekku menjawab, “Besok nasi pun takkan ada kok.” Kami hanya bertatapan mata, kemudian kembali terbahak bersama.

Demikianlah kalimat pembuka kisah ini yang langsung memikat hatiku. Kisah yang semula kusangka sebagai kisah fiksi, ternyata merupakan semi biografi penulis tentang kisah masa kanak-kanaknya hidup bersama sang nenek di desa, karena sang ibu yang merupakan orang tua tunggal tak mampu membiayai kehidupan mereka di kota. Maka si kecil Akihiro di kirim untuk tinggal di desa. Keberangkatan Akihiro pun melalui ‘sandiwara’ seakan-akan ia diajak menemani mengantarkan sang bibi yang sedang berkunjung, kembali pulang ke desa. Dan sesaat kereta mulai berangkat, Akihiro didorong masuk ke dalam kereta api yang kemudian melaju, meninggalkan sang ibu yang menangis karena harus melakukan tindakan sedemikian rupa demi keselamatan hidup mereka bersama.

Kehidupan Akihiro di desa juga tidak mudah. Sang nenek yang bekerja sebagai pembersih di sekolah, seringkali tak memiliki uang yang cukup untuk hidup mereka berdua. Namun Akihiro belajar semenjak usia dini, bahwa kehidupan tidak sekedar mengandalkan uang, melainkan kecerdikan dan keberanian mengambil kesempatan. Semuanya berkat ajaran hidup serta teladan yang diberikan sehari-hari, hingga kemiskinan yang mereka alami bukan merupakan penderitaan semata melainkan proses kehidupan yang harus diperjuangkan. Beberapa saat lalu diriku sempat membaca kisah ‘ibuk’ karya Iwan Setyawan yang juga merupakan biografi perjuangan kehidupan seorang wanita, demi keluarganya, suami serta anak-anaknya.