Translate

Showing posts with label Chinese Literature. Show all posts
Showing posts with label Chinese Literature. Show all posts

Friday, September 20, 2013

Books "DI BAWAH BENDERA MERAH"

Books “DIBAWAH BENDERA MERAH”
Judul Asli : CHANGE
Copyright ©by Mo Yan 2010
English translation by Howard Goldblatt | published by Seagull Books, London, 2010
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Fahmy Yamani
Editor : Anton Kurnia
Penyelaras : Nadia Luwis
Pewajah Isi : Aniza Pujiati
Cetakan I : Juli 2013 ; 144 hlm ; ISBN 978-979-024-410-8
Rate : 3 of 5

Nama Mo Yan mulai dikenal di awal tahun ini, setelah nama beliau disebut sebagai Pemenang Nobel Sastra 2012 lalu. Kemenangan penulis asal negeri China ini menimbulkan polemik tersendiri, dan masyarakat umum terutama kalangan dunia literatur terbagi dalam dua pendapat yang berbeda, yang semuanya mempermasalahan hal yang sama : Siapakah Mo Yan dan apakah beliau layak menerima penghargaan yang dianggap ‘prestisius’ di kalangan dunia literatur ? Apalagi mengingat lawan beliau dalam ajang perebutan penghargaan yang disertai dengan Hadiah bernilai tinggi, adalah penulis yang cukup terkenal di kalangan Internasional : Haruki Murakami dari Jepang.

Mo Yan adalah penulis asal China kedua yang menerima penghargaan ini. Sebelumnya di tahun 2000 telah diraih oleh penulis Gao Xingjian, namun karena beliau telah ‘keluar’ dari negari China sebagai protes terhadapa kebijakan pemerintahan komunis, dan memilih menetap dan menjadi warga negara di Prancis, bisa dikatakan Mo Yan merupakan penulis pertama asal China yang mendapatkan penghargaan yang mayoritas berada di ‘tangan’ para penulis Eropa. Mo Yan dikenal cukup kritis dalam menuliskan kehidupan serta perjuangan masyarakat China dalam pemerintahan komunis yang telah mengukir sejarah ‘kelam’ sekaligus perubahan besar pada negara serta penduduknya.

Sunday, March 31, 2013

Books "DREAMS OF JOY"



Books “IMPIAN JOY”
Judul Asli : DREAMS OF JOY
Copyright © 2011 by Lisa See
Penerbit Gradien Mediatama
Alih Bahasa : Martha Pratana
Editor : Mariani Sutanto & Ang Tek Khun
Desain sampul : Heavenly-illusioniz Studio
Cetakan I : Februari 2013 ; 520 hlm
Rate : 4 of 5
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]

“Ma, aku tidak tahu lagi siapa diriku ini. Aku juga tak bisa memahami negeri ini lagi. Negeri ini telah membunuh papa. Aku tahu, Mama akan berkata bahwa aku ini orang yang sedang kebingungan dan aku ini goblok. Mungkin Mama benar, tetapi aku harus mendapatkan jawabannya. Barangkali Negeri Cina adalah rumahku yang sesungguhnya...” [ p. 14 – 15 ]
Kisah ini dibuka dengan sepucuk surat yang ditulis oleh Joy – gadis remaja yang baru saja mengalami tragedi dalam kehidupannya, dan kemudian mendapati bahwa kehidupan yang selama ini dijalaninya ternyata merupakan kebohongan semata. Joy menemukan bahwa dirinya bukan putri kandung kedua orang tuanya. Pearl – sang ibu yang membesarkan dirinya semenjak bayi sebenarnya adalah bibinya, sedangkan May – sang bibi justru merupakan ibu kandung Joy, yang hamil saat remaja dengan seorang seniman asal Cina, sebelum keduanya Pearl dan May melarikan diri ke Amerika. Ayah yang membesarkan Joy bukanlah ayah kandungnya, namun beliau meninggal dengan menggantung diri akibat tekanan dan ancaman dari pihak FBI yang menyelidiki keterkaitan dirinya dengan organisasi terlarang serta pergerakan komunis dari Cina. Penyesalan Joy serta rasa bersalah, membuatnya mengambil keputusan nekad, ia melarikan diri dari kediamannya di Los Angeles, Amerika dan terbang menuju negeri Cina, mencari ayah kandung yang tak pernah dikenalnya.

Wednesday, March 27, 2013

Books "WHEN WE WERE ORPHANS"



Books “Masa-Masa Kita Yatim Piatu”
Judul Asli : WHEN WE WERE ORPHANS
Copyright © Kazuo Ishiguro 2000
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Linda Boentaram
Cetakan I : September 2012 ; 416 hlm 

Period : 1920 – 1958 | London, Inggris – Shanghai, Cina
Christopher Banks lahir dan besar di Shanghai, Cina pada awal abad 20. Namun ia menjadi anak yatim piatu pada usia 9 tahun, setelah kedua orang tuanya ‘menghilang’ tanpa jejak. Pihak berwenang mengirim dirinya menyeberangi lautan untuk tinggal dan menetap bersama bibinya di Inggris. Christopher menjalani kehidupan barunya, peradaban serta budaya yang berbeda, dan ia berhasil beradaptasi meskipun tidak masuk dalam kelompok populer. 

Setelah lulus dari Cambridge University, ia menjalani kehidupan baru yang tenang dan santai di kediaman pribadinya, sebuah flat mungil di wilayah Kensington. Pertemuan tak disengaja dengan  James Osbourne – teman lama dari sekolah pada musim panas 1923, memicu serangkaian kejadian yang membawa dirinya berjumpa dengan wanita unik bernama Sarah Hemmings – gadis menarik yang menjadi bahan gunjingan karena perilakunya yang tidak sesuai dengan tradisi kalangan terhormat. 

Pertemuan kedua kalinya dengan gadis ini menimbulkan rasa malu dan amarah pada diri Christopher. Dan ketika tahun berlalu, saat ia berada di puncak karirnya sebagai detektif swasta yang kampiun, Sarah Hemmings justru muncul dan ‘memaksa’ agar ia mau memberikan bantuan untuk memasuki pesta gala kalangan atas, dimana Christopher sudah pasti diundang karena kesuksesannya memecahkan berbagai kasus di Inggris. Christopher tak terlalu memperhatikan perjumpaan tersebut, hingga tiba saat pesta gala diadakan, dan disanalah, di lobby gedung, Sarah menanti dirinya – kunci masuk ke dalam acara eksklusif. Dan Christopher berhasil membalas perlakuaan Sarah dahulu terhadap dirinya, dengan menolak gadis itu di depan umum. 

Books "THE COURT OF THE LION" [ An Introduction ]



Judul Asli : THE COURT OF THE LION
Copyright © 1989 by Eleanor Cooney & Daniel Altieri
Penerbit Serambi

Alih Bahasa : Fahmy Yamani
Editor : Adi Toha

Kesan :

Kisah sejarah tentang kerajaan Cina selalu membuat diriku terpesona, terutama penggambaran tentang kehidupan dibalik gemerlap dan pameran kekayaan berbagai pihak, muncul berbagai intrik dan konflik yang timbul dari akibat keserakahan, keegoisan, ketamakan, serta rasa takut yang senantiasa membayangi kehidupan orang-orang di dalamnya. Peperangan antara ‘orang-orang baik’ dan ‘orang-orang jahat’ selalu ada, memenuhi berbagai kalangan, pergantian generasi serta peralihan dinasti satu ke dinasti berikutnya. Jika ditanya dimanakah kebenaran akan problema yang menjadi pokok permasalahan sehingga menimbulkan peperangan dan perebutan kekuasaan silih berganti, maka bukan hanya satu jawaban yang akan muncul, tapi berbagai versi akan ‘kebenaran’ yang timbul ke permukaan, menjadi tonggak penulisan sebuah sejarah akan era baru kebangkitan suatu bangsa. Sebagaimana sejarah-sejarah lain juga ditulis dan diceritakan, mengalami berbagai perubahan serta perombakan sesuai dengan kepentingan pribadi sang penulis. 

Untuk kisah berikut yang akan kubagikan, penulis berusaha menampilkan beberapa fakta yang tercatat dalam era pemerintahan dinasti Tang pada abad ke delapan (sekitar 738 M menurut penanggalan Barat) tepatnya pada masa pemerintahan Tang Minghuang yang juga dijuluki Kaisar Cemerlang dari Dinasti Tang. Pada masa tersebut perekonomian  stabil dan hasil pertanian mampu mencukupi kehidupan masyarakat, dunia pengetahuan teknik serta seni budaya dan artistik mengalami perkembangan yang menarik akibat pengaruh-pengaruh luar. Perluasan wilayah kekuasaan hingga mencakup di Asia Tengah sampai Vietnam, membawa kemakmuran tersendiri bagi beberapa pihak. Sementara rakyat menikmati juga menikmati kemurahan hati Kaisar lewat keringanan beban pajak, pihak-pihak yang makmur juga semakin menimbun kekayaan, kedamaian dan kemakmuran yang tampak di permukaan menyembunyikan gejolak serta riak-riak pemberontakan dari suku-suku di luar wilayah kekuasaan bangsa Han dan tentunya pertentangan serta perebutan kekuasaan di dalam pemerintahan Dinasti Tang yang termahsyur. 

Books "THE COURT OF THE LION" [ Part I - II ]



THE COURT OF THE LION [ Book 1]
Copyright © 1989 by Eleanor Cooney & Daniel Altieri
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Fahmy Yamani
Editor : Adi Toha
Cetakan I : Februari 2012 ; 588 hlm 

Sinopsis :
Kehidupan dalam keluarga kerajaan Tang berjalan dengan damai. Sang Kaisar Minghuang yang dicintai rakyat, menjalankan pemerintahan dengan adil serta penuh kemurahan hati, dengan bantuan para pejabat dan para ahli negara yang setia pada kerajaan. Didampingi oleh Permaisuri Wang yang cantik, lemah-lembut dan sangat dicintainya, serta anak-anak dari selir yang lain, terutama dari Putri Wu yang memiliki ‘tingkat kesuburan tinggi’ sehingga mendapat gelar Istri yang Paling Disayangi. 

Kesan keluarga damai, rukun dan bahagia hanya tampak di permukaan. Sang Permaisuri yang tak kunjung hamil, senantiasa resah dengan keinginan untuk memiliki keturunan sendiri. Ia merasa iri dengan kondisi Putri Wu, sehingga akhirnya memutuskan meminta bantuan Ming Wu – wanita yang dikenal memiliki kemampuan gaib, untuk membantunya hamil. Sebagaimana rahasia yang ditutupi, akhirnya hal itu terbongkar, dan Putri Wu yang berperan dalam ‘membocorkan’ rahasia tersebut kepada kaisar, menyebabkan turunnya perintah untuk menurunkan derajat sang permaisuri dan membuangnya ke tempat pengasingan. 

Mantan permaisuri Wang, derajat keluarganya sebagai pengabdi setia kerajaan diturunkan menjadi rakyat biasa, meski tetap diberi kelengkapan dan kemewahan di tempat pembuangan, hatinya telah kosong karena suami terkasih tak mau menerima dirinya. Saat ia tahu bahwa kehamilan telah terjadi, kondisinya dalam pembuangan. Tak kuat menahan penderitaan batin, ia keguguran tanpa ada yang mengetahui kondisinya yang hamil muda. Tak ada lagi yang menjadi pegangan hidup, maka ia memutuskan mengakhiri hidupnya di depan altar kuil keluarga. 

Books "SHIN SUIKODEN" [ Part One ]



Judul Asli : SHIN SUIKODEN 
( book I by Eiji Yoshikawa )
Copyright ©1990 Eimei Yoshikawa
Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Mikihiro Moriyama & Tim Kansha
Desain Cover & Isi : Iksaka Banu & Husni Kamal 

Prolog :
Suikoden – yang juga dikenal sebagai Kisah Batas Air dan 108 Pendekar, merupakan karya besar klasik Cina, yang telah disadur dan diadaptasi ulang dalam berbagai macam tulisan, puisi, diangkat ke layar lebar, televisi, bahkan dibuat sebagai games maupun dalam format komik manga. Sedangkan Shin Suikoden adalah salah satu karya Eiji Yoshikawa – sang maestro kisah petualang Jepang, yang  melakukan adaptasi atas karya klasik dengan memadu unsur-unsur historis dan intrik-intrik, menjanjikan petualangan yang seru dan menantang melalui bahasa yang lugas serta dialog-dialog percakapan yang menggelitik, menggugah rasa penasaran setiap pembaca, sehingga meskipun bukan pecinta karya klasik historis – namun tak akan mampu menahan rasa penasaran dan tertarik saat mulai membaca kisah ini ...

Sinopsis :
Kisah dimulai pada era sekitar 900 tahun silam, saat Daratan Cina yang luas masih disebut sebagai Negara Dai Sou dengan ibukota Tou Kei, di provinsi Ka Nan, wilayah Kai Hou, dan tampuk pemerintahan dipegang oleh Kaisar Jin Sou – keturunan keempat dari Dinasti Sou. Saat itu negara sedang dalam kondisi kesusahan. Wabah penyakit menyerang, panenan gagal, rakyat tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, kejahatan akibat kekurangan serta kemiskinan mulai meningkat. Demi mengatasi ancaman bahaya yang lebih besar, Kaisar memerintahkan seluruh wihara dan kuil di negara tersebut untuk mengadakan doa khusus demi keselamatan negara dan rakyat. 

Kuil Jou Sei yang terletak di wilayah Gunungan Ryu Kou – yang merupakan pusat kepercayaan agama Tao di seluruh negeri semenjak jaman dahulu kala, mendapat kunjungan khusus dari Jendral Kou Shin sebagai utusan resmi Kerajaan untuk menyampaikan pesan kepada Pendeta Kyo Sei – Ketua Kuil Suci. Melalui perjalanan jauh yang tidak mudah, Jenderal Kou Shin mendapati bahwa sang Pendeta justru telah berangkat menuju ibukota, maka sebagai pejabat pemerintah, beliau dipersilahkan beistirahat dahulu sebelum kembali ke ibukota. 

Books "EAST WIND WEST WIND"



Books “ANGIN TIMUR ANGIN BARAT”
Judul Asli : EAST WIND WEST WIND
Copyright © 1930 by Pearl S. Buck
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lanny Murtihardjana
Cover by Satya Utama Jadi
Cetakan I : Februari 2009 ; 240 hlm 

Sebagai penggemar karya Pearl S. Buck – penulis asal Amerika yang memiliki ketertarikan kuat akan akar budaya Asia, buku ini menjadi salah satu target bacaannku, terutama dalam program Reading Challenge Historical Fiction. Namun setelah membaca kisahnya, kali ini penulis lebih berpegang pada adat-istiadat serta budaya kuno bangsa Cina yang bertemu dengan budaya Barat, sedikit mirip kisah kehidupan keluarga Wang (The Good Earth ; Sons ; A House Divided), namun lebih diutamakan kepada lingkup yang lebih kecil tanpa menyinggung soal sejarah serta perubahan politik. Meski demikian, buku yang tidak terlalu tebal ini, mampu memberikan gambaran serta sorotan tajam penulis akan kekangan adat budaya lama Cina di era yang mendekati dunia modern Barat.

Dengan menggunakan gaya penuturan ala buku harian, kisah ini merupakan curahan hati serta pikiran gadis bernama Kwei Lan. Sebagaimana adat Cina, meski ia terlahir dari Istri Pertama sebuah keluarga terpandang, kehidupannya berjalan nyaris tanpa perhatian atau kasih sayang kedua orang tuanya. Sang ibu mencurahkan seluruh perhatiannya kepada putranya – kakak Kwei Lan sekaligus penerus nama keluarga mereka. Sedangkan sang ayah, lebih memilih bersenang-senang dengan berbagai wanita yang dijadikan Selir-Selirnya. Kwei Lan gadis yang anggun, cantik, menarik serta telah mempelajari berbagai pengetahuan serta ketrampilan layaknya wanita terhormat. Maka ketika tiba waktunya, ia dipanggil untuk menikah dengan jodoh pilihan kedua orang tua masing-masing pihak, yang telah ditentukan semenjak ia lahir. 

Books "IMPERIAL WOMAN"



Books “MAHARANI”
Judul Asli : IMPERIAL WOMAN
Copyright © 1956 by Pearl S. Buck
Copyright © renewed 1984 by Janice C. Walsh, Richard S. Walsh, John S. Walsh, Henriette C. Walsh, Mrs. Chieko Singer, Edgar S. Walsh, Mrs. Jean C. Lippincott and Carol Buck.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lily Wibisono
Cetakan II : Agustus 1993 ; 360 hlm [ part 1 ] + 440 hlm [ part 2 ]

[ Period : Month of April 1852 M ; Month of 3 on Cina Year 208 on Manchu | Ch’ing Dynasty | Peking, Cina ]

Pada bulan keenam, hari kedua puluh, para perawan Manchu harus tampil di hadapan Ibu Suri sang Putra Langit, untuk dipilih menjadi selir-selir sang Kaisar. Kisah ini dimulai dari sosok Orchid – gadis rupawan berusia 17 tahun, salah satu dari 60 orang gadis yang terpanggil menghadap Ibu Suri. Orchid yang kemudian dipanggil sebagai Yehonala – belajar menarik perhatian pihak-pihak yang terkait, karena ia mendambakan perubahan besar dalam hidupnya, ia menginginkan dirinya sebagai Selir Terpilih Putra Langit. Meski hatinya tertuju pada saudara sepupunya, Jung Lu, bahkan dapat dikatakan mereka dijodohkan semenjak kecil, namun Yehonala tidak langsung menerima lamaran pujaan hatinya, justru menantikan kehidupan baru nan megah di dalam istana. Ia adalah gadis yang sangat cerdas dan memiliki kemauan keras, namun sebagaimana semua gadis belia, ia sangat polos akan kejamnya dunia di balik tembok raksasa Kerajaan. 

Books "SONS"



Books “WANG SI MACAN”
Judul Asli : SONS
( book 2 of The House of Earth Trilogy )
Copyright © 1932, renewed 1959 by Pearl S. Buck
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Irina M. Susetyo
Cover by Satya Utama Jadi
Cetakan ke-01 : Maret 2008 , 608 hlm

Sinopsis :
Kelanjutan dari kisah keluarga Wang dimulai dengan sang Kepala Keluarga Wang Lung menjelang ajalnya hanya ditemani selir setia Pear Blossom. Walaupun telah memiliki kekayaan & mendiami istana yang megah, namun diakhir hayatnya, Wang Lung memilih menghabiskan waktunya di kediaman lama di tanah pertanian, tempat dimana ia dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Kedua putranya sibuk mempersiapkan pemakaman dan merencanakan pembagian tanah warisan milik mereka setelah Wang Lung meninggal. Sedangkan putra ketiga yang melarikan diri, tidak dapat ditemukan sampai Wang Lung menghembuskan nafas terakhir, menyusul ayahnya dan istri pertama yang setia O-lan, ibu seluruh putra-putrinya yang telah lama meninggalkan dunia terlebih dahulu.

Books "THE GOOD EARTH"



Books “BUMI YANG SUBUR” 
Judul Asli : THE GOOD EARTH
( book 1 of The House of Earth Trilogy ) 
Copyright © 1931 / renewed 1958 by Pearl S. Buck
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama 
Alih Bahasa : Gyani Buditjahja
Cover by Pang Warman 
Cetakan ke-04 : Agustus 2003 , 536 hlm
 
"Novel ini telah terjual habis dalam waktu singkat, menuai banyak pujian & penghargaan dari banyak kalangan. Puncaknya saat memenangkan hadiah Putlizer 1932 dan diterjemahkan kedalam lebih dari tigapuluh bahasa serta menduduki tempat terhormat di gedung sandiwara & gedung bioskop. Novel ini mengisahkan tentang Cina pada kehidupan abad kedua puluh, dimasa pemerintahan kekaisaran terakhir sehingga terjadi pergolakkan politik & sosial secara besar-besaran yang menyengsarakan rakyat jelata. Penulis mampu menggambarkan pergeseran antara ajaran dan norma-norma tradisional dengan masuknya pengaruh bangsa asing yang menjerat kehidupan banyak orang, seperti senjata, candu, budaya dan seni, pola pikir serta pendidikan menuntut kesetaraan derajat antara pria-wanita, kalangan atas-kalangan bawah. Suatu kisah yang pantas dinikmati tanpa melihat zaman ataupun waktu, karena hal ini masih banyak terjadi sampai saat ini dimana pun kita berada. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dapat dijadikan refleksi akan apa yang kita pandang sebagai prinsip-prinsip kehidupan."

Sinopsis :

Ini adalah awal kisah tentang dinasti keluarga Wang – dimulai dari kehidupan Wang Lung, seorang petani muda dengan kehidupan sederhana sehari-hari menggarap tanahnya yang tidak seberapa untuk menghidupi dirinya beserta ayahnya yang telah beranjak tua. Menjelang usia yang cukup, sebagaimana didikan pemuda yang harus melanjutkan keturunan, maka ia mencari calon istri untuk melahirkan putra-putra penerus nama keluarga. Karena dirinya hanya seorang petani miskin, maka ia hanya mampu membayar mas kawin untuk menebus seorang budak wanita biasa dari Rumah Keluarga Hwang yang terpandang di desanya. 

Friday, February 15, 2013

Books " ALL THE FLOWERS IN SHANGHAI"



Judul Asli : ALL THE FLOWERS IN SHANGHAI
Copyright © by Duncan Jepson, 2012
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Istiani Prajoko
Editor : Dian Pranasari & Sidik Nugraha 
Desain Sampul : IG Grafix
Cetakan I : Juni 2012 ; 476 hlm 

Pada musim panas 1932, di Shanghai, Cina, seorang gadis belia bernama Xiao Feng, putri kedua keluarga Feng yang baru berusia 17 tahun, masih menikmati kesenangan layaknya remaja seusianya....meski ia tak pernah terlalu diperhatikan oleh kedua orang tuanya, yang memilih mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada putri pertama, yang diharapkan akan menjadi menantu keluarga kaya dan terhormat demi mengangkat harkat keluarga mereka. Maka Xiao Feng, memilih lebih dekat dengan sang kakek yang dengan senang hati menemani cucunya, apalagi setelah kematian sang istri.

Xiao Feng seorang gadis tinggi dan langsing, yang gemar berjalan-jalan di alam bebas, menikmati pemandangan, mengamati berbagai jenis tumbuhan serta nama-namanya, sebuah pelajaran menarik yang diperolehnya dari sang kakek. Jika ia berada di luar sana, maka kesibukan dan keributan di rumahnya akan terlupakan. Ia sudah terbiasa diabaikan dan diperolok oleh ibu maupun kakak perempuannya, namun menjelang hari pernikahan sang kakak dengan calon suami yang berasal dari keluarga kaya-raya dan terpandang di wilayah tersebut, Xiao Feng terjepit antara rasa tertarik melihat berbagai kesibukan dan takut melihat kemarahan sang kakak yang sewaktu-waktu timbul. 

Books "UNFORGETTABLE LOVE"



Books “UNFORGETTABLE LOVE”
Judul Asli : THERE IS A LOVE CALLED UNFORGETTABLE
Copyright © Tang Xiao Lan, 2010
Penerbit Serambi Ilmu Semesta
Alih Bahasa : Christanti Yuliana
Editor : M. Sidik Nugraha & Dian Pranasari
Cetakan I : Juni 2012 ; 589 hlm 

Zhuo Xiao Bing – seorang wanita muda, cantik dan menarik, cerdik sekaligus tangkas dalam melakukan pekerjaannya sebagai pemburu berita di dunia hiburan. Ia mampu menyelidiki serta memotret pasangan selebriti yang terlibat hubungan rahasia, kemudian menjualnya pada tabloid yang berani membayar mahal. Dan kali ini pun ia melakukan hal yang sama, ketika aktris terkenal He Li terlihat bersama seorang pria tak dikenal. Hasil pemotretan tersebut menambah pemasukan uang yang tidak sedikit ke kantongnya, namun yang tidak ia ketahui, peristiwa itu menjadi awal perubahan dalam kehidupannya. 

Dimulai dengan penugasan mendadak dari Wakil Editor Dong Wei, agar ia menggantikan tugas wawancara eksklusif dengan pimpinan baru Du Lun Entertainment – sebuah perusahaan media terbesar di Hong Kong, yang sedang membuka cabang di Cina. Xiao Bing menduga penugasan mendadak ini merupakan ‘balas-dendam’ Dong Wei yang merupakan sahabat baik aktris He Li yang menjadi headline di tabloid gara-gara potret Xiao Bing. Namun ia sama sekali tak menduga hal ini berbuntut panjang. Karena Direktur Du Lun Cina yanga harus ia temui adalah Tang Zheng Heng – pria yang ia potret sebagai ‘kekasih rahasia’ He Li. Dan pria tampan tapi dingin dan angkuh itu membalasnya dengan tindakan yang justru menempatkan Xiao Bing pada posisinya --- sebagai berita utama dalam tabloid !!

Books "NAOMI"



Judul Asli : NAOMI
Copyright © by Jun’ichiro Tanizaki
Alih Bahasa : Maulida Sri Handayani
Penerbit Komodo Books
Desain sampul : Tugas Suprianto
Cetakan I : Juni 2012 ; 256 hlm
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]

Nama Jun’ichiro Tanizaki cukup mengundang rasa penasaran bagi diriku untuk menelaah kisah ini. Meski ada sedikit ‘ketakutan’ melihat tema kisah yang sekilas serupa dengan novelnya ‘The Key’ atau “Diary of Madman’, kucoba untuk berpikiran positif dan sekali kali membaca novel beliau. Naomi adalah nama seorang gadis berusia 15 tahun yang menjadi pramuria di sebuah Kafe. Keberadaannya menarik perhatian seorang pemuda bernama Jôji Kawai, insinyur muda  berusia 28 tahun. Gadis ini tidak cantik atau menarik sesuai tolak ukur masyarakat Jepang, justru kesan ‘asing’ dari perawakannya yang kurus dan tinggi, serta raut wajah yang tajam, bagai kaum Eurasian (campuran antara Asia dan Barat), sikapnya yang pendiam dan kaku juga tidak cocok bagi pekerjaannya.

Ketertarikan Mr. Kawai pada gadis cilik ini tak mampu dilupakan, hingga hasrat untuk selalu bertemu dan berada di dekatnya, membuat pria ini memutuskan ‘mengambil’ Naomi dari Kafe tempatnya bekerja dan membawanya hidup di bawah naungannya. Dengan alasan ia telah mencari rumah kontrakan dan membutuhkan pelayan, ia mendatangi keluarga Naomi yang sama sekali tak peduli nasib gadis itu. Mr. Kawai berusaha menyenangkan hati Naomi, merawat, menjaga serta mengabulkan keinginannya. Mulai dari kursus bahasa Inggris, kursus piano, pakaian-pakaian dengan bahan-bahan khusus yang dibuatkan untuk gadis ini. Berkat perawatannya, maka Naomi mulai sedikit berubah penampilannya dan lebih berani dalam ‘berekspersi’ melalui dandanan serta pergaulannya.

Books "THE KEY"



Books “THE KEY”
Judul Asli : KAGI
By Jun’ichiro Tanizaki
Copyright © 1956 by  The Heirs of Jun’ichiro Tanizaki
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta 
Alih Bahasa : Rahmani Astuti
Editor : Dian Pranasari & Adi Toha
Desain Cover : Eri Ambardi
Cetakan I : Juni 2012 ; 200 hlm  

Melihat preview di sampul belakang buku ini, sudah dapat kuraba, kira-kira bagaimana kisah tentang kehidupan rumah tangga yang aneh dan unik, dan seperti sebagian besar karya sastra Jepang yang mampu mengungkap sisi gelap dari manusia, diriku bersiap-siap menghadapi berbagai keanehan dalam kisah buku setebal 200 halaman ini...

Dan ternyata perkiraanku meleset sedikit, keanehan yang disajikan merupakan kenyataan yang memang banyak terjadi di dalam kehidupan rumah tangga yang tersembunyi di balik kedok para penghuninya. Dan mereka adalah penggambaran sosok-sosok manusia modern yang tak mampu berkomunikasi secara verbal dan terbuka, tentang kebutuhan masing-masing, tentang perasaan serta kerinduan dan kebencian, hingga pada akhirnya setiap orang melakukan ‘sesuatu’  demi menyalurkan hasrat yang sekian lama terpendam...

Kisah ini tentang seorang profesor berusia 55 tahun dengan istrinya yang bernama Ikuko 44 tahun, dikarunia seorang putri bernama Toshiko yang telah beranjak dewasa.  Kehidupan rumah tangga mereka tampak normal, namun ternyata di dalam hubungan pribadi masing-masing, terjadi kesenjangan yang bukan saja oleh jarak usia tapi juga oleh tiadanya komunikasi satu sama lain. Menjelang usia paro-baya, sang profesor mengalami kekhawatiran bahwa istrinya yang masih menarik  pada usia tersebut, tak akan mau memahami hasrat serta gairah aneh yang semakin sering muncul menjelang usia senja sang suami.