Judul Asli : NAOMI
Copyright © by Jun’ichiro
Tanizaki
Alih Bahasa : Maulida Sri
Handayani
Penerbit Komodo Books
Desain sampul : Tugas
Suprianto
Cetakan I : Juni 2012 ;
256 hlm
[ Review in Bahasa
Indonesia & English ]
Nama Jun’ichiro Tanizaki
cukup mengundang rasa penasaran bagi diriku untuk menelaah kisah ini. Meski ada
sedikit ‘ketakutan’ melihat tema kisah yang sekilas serupa dengan novelnya ‘The Key’ atau “Diary of Madman’, kucoba untuk berpikiran positif dan sekali kali
membaca novel beliau. Naomi adalah nama seorang gadis berusia 15 tahun yang
menjadi pramuria di sebuah Kafe. Keberadaannya menarik perhatian seorang pemuda
bernama Jôji Kawai, insinyur muda
berusia 28 tahun. Gadis ini tidak cantik atau menarik sesuai tolak ukur
masyarakat Jepang, justru kesan ‘asing’ dari perawakannya yang kurus dan
tinggi, serta raut wajah yang tajam, bagai kaum Eurasian (campuran antara Asia
dan Barat), sikapnya yang pendiam dan kaku juga tidak cocok bagi pekerjaannya.
Ketertarikan Mr. Kawai
pada gadis cilik ini tak mampu dilupakan, hingga hasrat untuk selalu bertemu
dan berada di dekatnya, membuat pria ini memutuskan ‘mengambil’ Naomi dari Kafe
tempatnya bekerja dan membawanya hidup di bawah naungannya. Dengan alasan ia
telah mencari rumah kontrakan dan membutuhkan pelayan, ia mendatangi keluarga
Naomi yang sama sekali tak peduli nasib gadis itu. Mr. Kawai berusaha
menyenangkan hati Naomi, merawat, menjaga serta mengabulkan keinginannya. Mulai
dari kursus bahasa Inggris, kursus piano, pakaian-pakaian dengan bahan-bahan
khusus yang dibuatkan untuk gadis ini. Berkat perawatannya, maka Naomi mulai
sedikit berubah penampilannya dan lebih berani dalam ‘berekspersi’ melalui
dandanan serta pergaulannya.
![]() |
[ source ] |
Hubungan keduanya
berjalan cukup aneh selama beberapa bulan. Ibarat seorang ayah yang merawat dan
memenuhi semua keinginan gadis belia itu. Namun Mr. Kawai tetap merasakan
keinginan aneh serta selalu membayangkan seluk-beluk tubuh Naomi, meski ia juga
selalu menjaga untuk tidak merusak kesucian gadis itu. Sejalan dengan waktu,
kiranya masing-masing memahami keinginan terdalam dari benak masing-masing, dan
mulainya hubungan suami-istri yang aneh dan disembunyikan dari dunia luar. Mr.
Kawai memimpikan bahwa ia akan berhasil ‘memoles’ Naomi – gadis dari dusun yang
tak berpendidikan, menjadi wanita terhormat yang menarik dan layak menjadi
pasangannya. Walau demikian, lama kelamaan ia menyadari, Naomi tidak akan bisa
memenuhi ekspektasinya. Apalagi gadis ini sudah terbiasa dimanja oleh dirinya,
ditambah ternyata ia sangat keras kepala dan egois, maka tak lama kemudian,
posisi keduanya mulia berubah.
Naomi semakin sering
menuntut agar keinginannya dikabulkan, termasuk foya-foya dan menghabiskan
penghasilan Mr. Kawai. Jika tidak dikabulkan, ia memiliki cara agar pria itu
akhirnya tunduk pada keinginannya. Mr. Kawai yang masih berharap banyak pada
gadisnya yang ‘polos’ mulai merasakan prasangka serta kecurigaan dalam
benaknya. Apalagi setelah ia mengetahui bahwa sang istri ‘simpanan’ ternyata
memiliki banyak teman-teman pria muda di luar sepengetahuannya. Sepanjang kisah
ini menuturkan bagaimana keseharian kehidupan pasangan aneh ini, terutama
melalui curahan hati serta pikiran Mr. Kawai.
Terus terang, saat
menginjak seperempat kisah ini, sudah tak tertahankan untuk segera menutup dan
tidak melanjutkan kisahnya. Bukan karena teori hubungan sex yang aneh atau vulgar
(meski secara tersirat digambarkan, atau bisa jadi disensor dalam editan),
namun hal utama yang tak tertahankan adalah alangkah egois dan manipulatif
perilaku Naomi yang dapat kukatakan semenjak awal memiliki karakter ‘amoral’ –
ditambah dengan kebodohan serta perilaku Mr. Kawai yang mau-maunya jadi budak
dan pelayan hina gadis yang diangkat dari kehidupan kumuh.
![]() |
[ source ] |
Hanya orang yang buta
atau bodoh sekali yang tak paham perilaku ganjil di depan matanya. Tetapi
dengan membaca bagaimana pria ini ‘sadar’ bahwa perilaku Naomi layak diganjar
dengan hukuman, di sisi lain ia tak mampu mengalahkan hasrat untuk sekedar
berdekatan dan melihat Naomi, meski harga dirinya diinjak-injak. Maka
kuselesaikan bacaan ini dengan penuh kegeraman serta kejengkelan hingga ke ubun-ubun.
Jika bisa berhadapan dengan sang penulis, mungkin akan kukeluarkan segala
‘uneg-uneg’ mengapa ia menulis kisah seperti ini.
Dibandingkan dengan ‘The Key’
yang notabene juga tentang hubungan ganjil, maka kisah tersebut masih terbilang
lumayan normal daripada kisah ‘Naomi’ ini. Jika Freud menyimak mungkin ia akan
tertarik pada sindrom yang diderita Mr. Kawai, mengapa ia bisa tergila-gila
(secara harafiah, benar-benar gila saat Naomi meninggalkan dirinya) pada gadis
yang amoral, tidak terdidik, tidak memiliki hati nurani, manipulatif dan egois
berat.
My Random Though
:
This is a very hard story
to digest. It’s about a weird relationship between 15 years old girl named
Naomi with 28 years old man named Mr. Kawai, who much ‘falling-in-love’ with
this girl at first sight. But through several pages, I can describe his love is
not quite normal, ‘cause he so obssesed with her. His mind always fiil with her
image, day by day. Even after several month they live together, there’s not
physical contact yet, but you will be shock on how his mind and imagination can
see through her like watching her naked body from head to toes. Okay, sickness
like this maybe can be describe as a normal libido this day, ho ho, wait, you
should continoue reading it.
Mr. Kawai is a well
respected man, had a good job and reputation, until he meets Naomi – poor and
neglected girl, works as a hostes in Cafe (those happen a lot in poor family,
sometimes they even sold their children, specially if it’s a girl to be a
geisha or servant at this pleausure place). He take Naomi under his wing, give
her good home, new clothes, and pay a lot for her education. But at the end,
this naive girl makes a fool of his secret husband, and becoming ‘hooker’ for
many man, mostly for entertainment and fun for her, until she realize with her
skill, she can manipulated every man who fool enough to pay all her need. The
crazy things – this betrayed husband, still obssesed with her, cannot live
without her by his side, so he willing to sacrifice his dignity and honor,
humiliated buy her everyday, just as long he can still watch her closely ...
OMG, it’s really sick and makes me frustated to finished it. It’s even much
worse than ‘The Key’ I read before on the same authors.
Best Regards,
No comments:
Post a Comment
Thank's for visiting & don't forget to leave your marks on comment form. Looking forward for your input & your next visit soon (^_^)
Terima kasih telah berkunjung & silahkan tinggalkan jejak berupa komentar, saran serta inputan. Kami tunggu kunjungan berikutnya (^_^)