Moderator

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Google+ Followers

Translate

Friday, February 15, 2013

Books "NAOMI"



Judul Asli : NAOMI
Copyright © by Jun’ichiro Tanizaki
Alih Bahasa : Maulida Sri Handayani
Penerbit Komodo Books
Desain sampul : Tugas Suprianto
Cetakan I : Juni 2012 ; 256 hlm
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]

Nama Jun’ichiro Tanizaki cukup mengundang rasa penasaran bagi diriku untuk menelaah kisah ini. Meski ada sedikit ‘ketakutan’ melihat tema kisah yang sekilas serupa dengan novelnya ‘The Key’ atau “Diary of Madman’, kucoba untuk berpikiran positif dan sekali kali membaca novel beliau. Naomi adalah nama seorang gadis berusia 15 tahun yang menjadi pramuria di sebuah Kafe. Keberadaannya menarik perhatian seorang pemuda bernama Jôji Kawai, insinyur muda  berusia 28 tahun. Gadis ini tidak cantik atau menarik sesuai tolak ukur masyarakat Jepang, justru kesan ‘asing’ dari perawakannya yang kurus dan tinggi, serta raut wajah yang tajam, bagai kaum Eurasian (campuran antara Asia dan Barat), sikapnya yang pendiam dan kaku juga tidak cocok bagi pekerjaannya.

Ketertarikan Mr. Kawai pada gadis cilik ini tak mampu dilupakan, hingga hasrat untuk selalu bertemu dan berada di dekatnya, membuat pria ini memutuskan ‘mengambil’ Naomi dari Kafe tempatnya bekerja dan membawanya hidup di bawah naungannya. Dengan alasan ia telah mencari rumah kontrakan dan membutuhkan pelayan, ia mendatangi keluarga Naomi yang sama sekali tak peduli nasib gadis itu. Mr. Kawai berusaha menyenangkan hati Naomi, merawat, menjaga serta mengabulkan keinginannya. Mulai dari kursus bahasa Inggris, kursus piano, pakaian-pakaian dengan bahan-bahan khusus yang dibuatkan untuk gadis ini. Berkat perawatannya, maka Naomi mulai sedikit berubah penampilannya dan lebih berani dalam ‘berekspersi’ melalui dandanan serta pergaulannya.


[ source ]
Hubungan keduanya berjalan cukup aneh selama beberapa bulan. Ibarat seorang ayah yang merawat dan memenuhi semua keinginan gadis belia itu. Namun Mr. Kawai tetap merasakan keinginan aneh serta selalu membayangkan seluk-beluk tubuh Naomi, meski ia juga selalu menjaga untuk tidak merusak kesucian gadis itu. Sejalan dengan waktu, kiranya masing-masing memahami keinginan terdalam dari benak masing-masing, dan mulainya hubungan suami-istri yang aneh dan disembunyikan dari dunia luar. Mr. Kawai memimpikan bahwa ia akan berhasil ‘memoles’ Naomi – gadis dari dusun yang tak berpendidikan, menjadi wanita terhormat yang menarik dan layak menjadi pasangannya. Walau demikian, lama kelamaan ia menyadari, Naomi tidak akan bisa memenuhi ekspektasinya. Apalagi gadis ini sudah terbiasa dimanja oleh dirinya, ditambah ternyata ia sangat keras kepala dan egois, maka tak lama kemudian, posisi keduanya mulia berubah.

Naomi semakin sering menuntut agar keinginannya dikabulkan, termasuk foya-foya dan menghabiskan penghasilan Mr. Kawai. Jika tidak dikabulkan, ia memiliki cara agar pria itu akhirnya tunduk pada keinginannya. Mr. Kawai yang masih berharap banyak pada gadisnya yang ‘polos’ mulai merasakan prasangka serta kecurigaan dalam benaknya. Apalagi setelah ia mengetahui bahwa sang istri ‘simpanan’ ternyata memiliki banyak teman-teman pria muda di luar sepengetahuannya. Sepanjang kisah ini menuturkan bagaimana keseharian kehidupan pasangan aneh ini, terutama melalui curahan hati serta pikiran Mr. Kawai.

Terus terang, saat menginjak seperempat kisah ini, sudah tak tertahankan untuk segera menutup dan tidak melanjutkan kisahnya. Bukan karena teori hubungan sex yang aneh atau vulgar (meski secara tersirat digambarkan, atau bisa jadi disensor dalam editan), namun hal utama yang tak tertahankan adalah alangkah egois dan manipulatif perilaku Naomi yang dapat kukatakan semenjak awal memiliki karakter ‘amoral’ – ditambah dengan kebodohan serta perilaku Mr. Kawai yang mau-maunya jadi budak dan pelayan hina gadis yang diangkat dari kehidupan kumuh.

[ source ]
Hanya orang yang buta atau bodoh sekali yang tak paham perilaku ganjil di depan matanya. Tetapi dengan membaca bagaimana pria ini ‘sadar’ bahwa perilaku Naomi layak diganjar dengan hukuman, di sisi lain ia tak mampu mengalahkan hasrat untuk sekedar berdekatan dan melihat Naomi, meski harga dirinya diinjak-injak. Maka kuselesaikan bacaan ini dengan penuh kegeraman serta kejengkelan hingga ke ubun-ubun. Jika bisa berhadapan dengan sang penulis, mungkin akan kukeluarkan segala ‘uneg-uneg’ mengapa ia menulis kisah seperti ini.

Dibandingkan dengan ‘The Key’ yang notabene juga tentang hubungan ganjil, maka kisah tersebut masih terbilang lumayan normal daripada kisah ‘Naomi’ ini. Jika Freud menyimak mungkin ia akan tertarik pada sindrom yang diderita Mr. Kawai, mengapa ia bisa tergila-gila (secara harafiah, benar-benar gila saat Naomi meninggalkan dirinya) pada gadis yang amoral, tidak terdidik, tidak memiliki hati nurani, manipulatif dan egois berat.

My Random Though :
This is a very hard story to digest. It’s about a weird relationship between 15 years old girl named Naomi with 28 years old man named Mr. Kawai, who much ‘falling-in-love’ with this girl at first sight. But through several pages, I can describe his love is not quite normal, ‘cause he so obssesed with her. His mind always fiil with her image, day by day. Even after several month they live together, there’s not physical contact yet, but you will be shock on how his mind and imagination can see through her like watching her naked body from head to toes. Okay, sickness like this maybe can be describe as a normal libido this day, ho ho, wait, you should continoue reading it.

Mr. Kawai is a well respected man, had a good job and reputation, until he meets Naomi – poor and neglected girl, works as a hostes in Cafe (those happen a lot in poor family, sometimes they even sold their children, specially if it’s a girl to be a geisha or servant at this pleausure place). He take Naomi under his wing, give her good home, new clothes, and pay a lot for her education. But at the end, this naive girl makes a fool of his secret husband, and becoming ‘hooker’ for many man, mostly for entertainment and fun for her, until she realize with her skill, she can manipulated every man who fool enough to pay all her need. The crazy things – this betrayed husband, still obssesed with her, cannot live without her by his side, so he willing to sacrifice his dignity and honor, humiliated buy her everyday, just as long he can still watch her closely ... OMG, it’s really sick and makes me frustated to finished it. It’s even much worse than ‘The Key’ I read before on the same authors.

Best Regards,


No comments:

Post a Comment

Thank's for visiting & don't forget to leave your marks on comment form. Looking forward for your input & your next visit soon (^_^)
Terima kasih telah berkunjung & silahkan tinggalkan jejak berupa komentar, saran serta inputan. Kami tunggu kunjungan berikutnya (^_^)