Translate

Showing posts with label Japan. Show all posts
Showing posts with label Japan. Show all posts

Friday, April 11, 2014

Books "DENGARLAH NYANYIAN ANGIN"

Books “DENGARLAH NYANYIAN ANGIN”
Judul Asli : KAZE NO UTA O KIKE
[ book 1 of The Rat Trilogy ]
Copyright © 1979 by Haruki Murakami
Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Dewi Anggraeni
Desainer sampul : Andrey Pratama
Lay-out : Iedham Fitrianjaya Nugroho
Cetakan II : Mei 2013 ; 119 hlm ; ISBN 978-979-91-0562-2
Rate : 3.5 of 5
“Tiada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna”
Sebuah kalimat pembuka yang mampu membuatku sejenak berpikir sebelum melanjutkan perjalanan menelusuri kata demi kata, halaman demi halaman, dan akhirnya kuputuskan untuk ‘mencoba’ menikmati kisah ini, alih-alih berusaha melakukan analisa atau penilaian tersendiri akan keseluruhan kisah ini ...

Ini adalah kisah tentang ‘Aku’ yang berperan sebagai seorang pemuda berusia menjelang 20 tahun, yang  sedang menghabiskan masa liburan musim panas di kampung halaman yang terletak di pinggir pantai. Sepanjang musim panas ini, ibarat membaca sebuah jurnal, aneka kisah yang tidak memiliki ujung atau pangkal, tentang peristiwa yang dialami atau buah pikirang yang bercokol dalam benak ‘Aku’ – semuanya tertuang menjadi kisah ini ...

Thursday, September 19, 2013

Books "OKEI"

Books “OKEI – KASIH TAK SAMPAI SEORANG SAMURAI”
Judul Asli : OKEI
Copyright © 1974 by Mitsugu Saotome
English translation by Kenneth J. Bryson by title ‘Okei – A Girl From The Provinces’ | published by Alma Books, London, 2008.
Penerbit Serambi
Alih Bahasa : Istiani Prajoko
Editor : Fenty Nadia Luwis
Pemeriksa Aksara : Diksi Dik
Pewajah Isi : Eri Ambardi
Cetakan I : Agustus 2013 ; 596 hlm ; ISBN 978-979-024-405-4
Rate : 3,5 of 5

Okei baru berusia 15 tahun ketika ia pertama kali bertemu dengan sosok samurai muda yang kelak selalu memenuhi benak dan hatinya. Sebagai putri pertama dari keluarga pengrajin gentong kayu di wilayah Aizu-Wakamatsu, yang dipimpin oleh bangsawan Matsudaira Katamori – gubernur kehormatan dan masih memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan. Masyarakat Aizu yang berada jauh dari pusat kota, hidup dengan tenang tanpa menyadari adanya pergolakan politik serta ancaman adat-istiadat serta budaya yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka.

Di awali pada penghujung tahun 1862 menurut kalender Masehi, pemerintahan feodal Jepang yang tertata dalam susunan kabinet dimana ada pihak Kerajaan serta Sang Putra Langit sebagai sosok pemimpin dan harapan masyarakat Jepang, bekerjasama dengan Penguasa Shogun yang memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan serta pusat kekuatan militer negara, mulai mengalami guncangan. Masuknya pengaruh ‘dunia Barat’ yang tidak disukai oleh kaum feodal Kuno, semakin kuat ketika akhirnya mereka berhasil ‘mendekati’ Kaisar Jepang baru yang masih sangat muda.

Sunday, August 25, 2013

Books "COIN LOCKER BABIES"


Judul Asli : COIN LOCKER BABIES
Copyright © 1980 by Ryu Murakami
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Anin Finia
Cetakan I : Juni 2012 ; 554 hlm
Rate 3 of 5
[ Conclusion in English at the bottom Post ]
~ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ~
“Dari tahun 1969 sampai 1975 telah ditemukan sebanyak 68 bayi yang dibuang di seluruh Jepang. Kebanyakan sudah membusuk menjadi mayat. Bayi itu dibuang setelah meninggal dan sisanya tewas di dalam loker sewaan. Bayi yang ditemukan masih hidup, kebanyakan mati setelah sampai di rumah sakit. Jadi bisa dikatakan, yang mampu bertahan hidup hanyalah mereka berdua. Mereka mampu mengalahkan ketakutan alam bawah sadar saat menghadapi kematian beberapa puluh jam setelah dilahirkan.” [ p. 11 ]
Ini adalah kisah dua orang bayi yang ‘dibuang’ oleh ibu masing-masing segera setelah dilahirkan, dan mereka disembunyikan di dalam loker barang di stasiun, hingga ditemukan oleh pihak berwenang. Kikuyuki Sekiguchi ditemukan pada tanggal 18 Juli 1972 dan diberikan dalam asuhan Panti Asuhan Bunda Maria Sakura yang ditangani oleh para biarawati.Kiku tumbuh menjadi bocah yang tampak cukup sehat, namun tak memiliki ketertarikan pada apa pun, lebih memilih tinggal dalam dunianya sendiri. Hingga ia bertemu dengan Hashio Mizouchi, yang kurus dan sakit-sakitan. Keduanya menemukan kebersamaan saat mendapati mereka merupakan dua bayi yang selamat dari pembuangan di loker sewaan. Terutama juga karena keduanya memiliki ‘dunia’ tersendiri yang hanya ada di benak masing-masing.

Sunday, July 21, 2013

Books "OUT"


Books “BEBAS
Judul Asli : OUT
Copyright © 1997 by Natsuo Kirino
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Cetakan II : Mei 2007 ; 576 hlm
Design & Cover by Satya Utama Jadi
Cover photograh © by Dylan Collard
Rate : 3,5
[ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ]

Novel suspense karya penulis Jepang senantiasa menghadirkan nuansa yang menarik sekaligus mencekam, perpaduan antara kriminalitas denga dunia semi-supranatural sebagaimana keyakinan dan kepercayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat Jepang. Saat melihat novel ini, satu hal yang sangat menarik perhatianku, desain sampul yang merupakan kombinasi ilustrasi serta fotografi yang unik, disertai sinopsis yang tak pelak mengundang rasa penasaran. Sayangnya novel ini sudah cukup langka dan sulit ditemui, and thanks to mbak Astrid maka akhirnya kesempatan untuk ‘menikmati’ bacaaan yang mendapat rekomendasi kategori ‘gory’ dari beberapa rekan yang sudah membacanya, kini dapat pula dialami ...

Kisah ini dibuka dengan adegan kegiatan buruh pabrik yang merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang berkembang di Jepang. Sebagaimana negara yang maju dan berkembang, salah satu penopang perekonomian dapat dilihat pada distrik industri, pabrik-pabrik yang tetap memperlakukan jam kerja penuh selama 24 jam, hingga ada pekerja shift pagi sesuai jam kerja normal, dan ada pula pekerja shift malam yang memulai tepat pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Dari sekian banyak buruh dan pekerja kasar inilah, kisah kehidupan manusia dituturkan melalui sosok 4 orang wanita yang berbeda latar belakang dan kehidupan masing-masing, berteman karena sama-sama menjalani pekerjaan berat di pabrik makanan kotakan, hingga sebuah peristiwa mengerikan memicu rangkaian kejadian yang merubah total kehidupan mereka.

Saturday, July 20, 2013

Books "NORWEGIAN WOOD"

Books ”NORWEGIAN WOOD”
Judul Asli : NORUWEI NO MORI
Copyright © 1987 Haruki Murakami
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Yul Hamiyati
Desain sampul : Aldy Akbar
Lay-out : Wendie Artswenda
Cetakan IV : Mei 2013 ; 423 hlm
Rate : 4 of 5

Mendengar nama Haruki Murakami merupakan gabungan antara rasa ‘penasaran’ sekaligus ‘ngeri’ karena karya-karya beliau bukan saja diakui oleh dunia literatur Internasioanl, melainkan juga termasuk dalam kategori ‘unik-aneh-tidak mudah untuk dipahami’ – maka harap dimaklumi jika baru kali ini diriku memberanikan diri membaca bukunya yang kebetulan diterbitkan ulang oleh penerbit KPG. Dan salah satu alasan lain mengapa diriku akhirnya ‘berani’ mencoba, karena sang penerjemah tidak lain Mr. Jonjon Johana yang sudah kukenal lewat karya terjemahannya seperti Shin Suikoden dan Botchan (yang cukup bagus pula hasilnya).

Buku setebal 400 halaman ini mampu kuselesaikan dalam tempo 2 hari, dan meski kisahnya dapat dikatakan sangat-sangat aneh, dan menggambarkan dunia manusia yang ‘sakit’ dengan pemikiran yang kelam dan cukup vulgar dalam membahas tema-tema yang terbilang tabu (terutama bagi masyarakat Asia), anehnya terdapat suatu ‘keindahan’ yang unik dalam rangkaian kata-kata serta kalimat percakapan yang acapkali mengundang tawa (antara geli sekaligus tersipu malu, mungkin juga sempat bikin warna wajaku jadi ‘blushing’ – untungnya tidak membaca di tempat umum). 

Thursday, April 18, 2013

Books "SCENT OF SAKE"



Books ”AROMA SAKE”
Judul Asli : THE SCENT OF SAKE
Copyright © 2009 by Joyce Lebra
Penerbit GagasMedia
Alih Bahasa : Gema & Wirawan Sukarwo
Editor : Ayuning & Gita Romadhona
Proofreader : @ceriamawardi
Desain sampul : Dwi Anissa Anindhika
Cetakan I : Maret 2012 ; 548 hlm
Rate : 3 of 5

Tema seputar kehidupan kaum wanita Asia terutama sebelum abad ke-20 senantiasa menarik untuk disimak. Budaya, adat istiadat serta norma-norma sosial yang merupakan aturan baku bagi setiap anggota masyarakat terhormat, wajib dipatuhi dan dilaksanakan tanpa pernah mempertanyakan kelayakan atau pun kehendak pribadi. Bahkan untuk kaum wanita, mereka dapat dikatakan tidak memiliki hak ‘suara’ sekalipun untuk menentukan jalan hidup pribadi. Wanita merupakan pendamping dan pendukung kehendak serta kehormatan para pria, terutama pasangan hidup masing-masing, serta bakti kepada keluarga adalah sesuatu yang sangat mutlak harus dipenuhi.

Kisah ini tentang sosok gadis bernama Rie Omura, dari keluarga besar Omura yang terkenal sebagai penghasil sake ternama di wilayah Jepang. Secara turun temurun resep serta ramuan rahasia dijaga, dan kualitas sake keluarga Omura tak perlu diragukan lagi, bahkan dikabarkan akan dinominasikan sebagai sake no. 1 di Jepang. Sebagaimana sebuah keluarga besar dan terpandang, mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya demi masa depan dan kehormatan keluarga, terutama menyangkut pewaris bisnis tersebut. Namnu tragedi menyedihkan menimpa mereka, ketika putra tunggal serta pewaris kerajaan bisnis itu tewas semasa kanak-kanak akibat kecelakaan tragis. Tinggal satu orang keturuna, sang kakak, gadis bernama Rie Omura.

Wednesday, March 27, 2013

Books "KWAIDAN : Japanese's Ghost Stories"



Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm

Kwaidan merupakan kisah tentang hantu-hantu dan misteri yang banyak terdapat pada kisah mitos maupun legenda masyarakat Jepang. Buku ini merupakan kumpulan berbagai kisah pendek yang ditulis ulang oleh sang penulis. Terdiri dari 17 buah kisah, inilah sekilas ulasan untuk masing-masing kisah :


Short Reviews on "KWAIDAN : Japanese's Ghost Story"


Books “KWAIDAN”
Judul Asli : KWAIDAN – STORIES & STUDIES OF STRANGE THINGS
Copyright © Koizumi Yakumo
Penerbit Bukuné
Alih Bahasa : Zia Anshor
Editor : Resita Wahyu Febiratri ; Ainun Najib
Desain Sampul : Gita Mariana
Cetakan I : November 2012 ; 168 hlm
[ full reviews on this book, check on here : KWAIDAN ]

Just Brief Reviews on KWAIDAN [ Short- Stories ]

Kisah ‘Mimi-Nashi-Noichi’ 
[ Hoichi Tanpa Telinga ]
[ short-stories | from Kwaidan by Koizumi Yakumo ]
Plot-Themes-Setting : 5  | Characters : 5 | Rate : 5
Verdict : Really Spooky
Kisah dimulai saat 700 tahun silam tepatnya di Dan-no-ura di Selat Shimonoseki, pertempuran terakhir yang sengit antara Kaum Heiki (Klan Taira) dengan Kaum Genji (Klan Minamoto) yang berlangsung berkepanjangan, berakhir dengan tumpasnya Kaum Heike beserta seluruh pengikutnya tanpa tersisa, termasuk sang kaisar kecil yang dikenal sebagai Antoku Tenno. Konon, tempat ini masih sering muncul berbagai peristiwa aneh yang menandai banyaknya hantu-hantu penasaran yang acapkali muncul, mengganggu atau mencari korban manusia sebagai balas dendam. Akibatnya dibangun sebuah kui Buddha Amidaji di Akamagaseki serta pemakaman di dekat pantai demi ketentraman jiwa hantu-hantu tersebut. Gangguan mulai berkurang, namun manusia yang lemah batin dan pikiran tetap menjadi sasaran korban jika berada di dekat wilayah ini. 

Books "AN ARTIST OF THE FLOATING WORLD"


Judul Asli : AN ARTIST OF THE FLOATING WORLD
Copyright © by Kazuo Ishiguro, 1986
Copyright © 2010 Penerbit Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Rahma Wulandari
ISBN : 978-602-02-0497-0 | 2013 | 226 hlm
[ Review in Bahasa Indonesia & English ]
“Sebuah kebahagiaan mendalam yang muncul dari keyakinan bahwa perjuangan seseorang telah diakui ; bahwa kerja kerasnya telah membuahkan hasil, keraguannya terhapuskan, semuanya menjadi sepadan dan bernilai – inilah kisah tentang seseorang yang telah mencapai sesuatu  yang  bernilai dan memperoleh pengakuan.” [ p.  223 ]
Kehidupan seorang manusia semenjak ia terlahir di dunia hingga tiba saatnya ia kembali ke asalnya – merupakan perjalanan unik yang memiliki jejak serta warna yang berbeda, antara satu dengan yang lain. Terlepas dari perbedaan ras, kondisi lingkungan, status ekonomi dan sosial, masing-masing memiliki kesempatan yang sama, yaitu menentukan sendiri pilihan akan jalan mana yang akan ditempuh dalam menjalani hari demi hari. Namun yang sering terjadi, manusia tidak mau meluangkan waktu untuk bersyukur atas kebahagiaan, kesenangan, kenyamanan, kenikmatan dan kesuksesaan yang dialami. Bahkan acapkali senantiasa menuntut ‘hak’ diatas ‘kewajiban’ dan menyalahkan siapa saja atas kesalahan dan kegagalan yang dialami, alih-alih berusaha menerima tanggung jawab atas diri sendiri.

Books "SAGA NO GABAI BAACHAN"



Judul Asli : SAGA NO GABAI BAACHAN
Copyright © 2001, 2004 Yoshichi Shimada
Illustration Copyright © 2004 Jiro IHA
Indonesian edition copyright © by Mahda Books
Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )
Koordinator Penerjemah : Mikihiro Moriyama
Alih Bahasa : Indah S. Pratidina
Editor : Tim Kansha
Sampul : Iksana Banu
Isi : Husni Kamal
Cetakan I : Januari 2012 ; 320 hlm

“Nek, dua-tiga hari ini, kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?” Sambil tertawa terbahak-bahak, nenekku menjawab, “Besok nasi pun takkan ada kok.” Kami hanya bertatapan mata, kemudian kembali terbahak bersama.

Demikianlah kalimat pembuka kisah ini yang langsung memikat hatiku. Kisah yang semula kusangka sebagai kisah fiksi, ternyata merupakan semi biografi penulis tentang kisah masa kanak-kanaknya hidup bersama sang nenek di desa, karena sang ibu yang merupakan orang tua tunggal tak mampu membiayai kehidupan mereka di kota. Maka si kecil Akihiro di kirim untuk tinggal di desa. Keberangkatan Akihiro pun melalui ‘sandiwara’ seakan-akan ia diajak menemani mengantarkan sang bibi yang sedang berkunjung, kembali pulang ke desa. Dan sesaat kereta mulai berangkat, Akihiro didorong masuk ke dalam kereta api yang kemudian melaju, meninggalkan sang ibu yang menangis karena harus melakukan tindakan sedemikian rupa demi keselamatan hidup mereka bersama.

Kehidupan Akihiro di desa juga tidak mudah. Sang nenek yang bekerja sebagai pembersih di sekolah, seringkali tak memiliki uang yang cukup untuk hidup mereka berdua. Namun Akihiro belajar semenjak usia dini, bahwa kehidupan tidak sekedar mengandalkan uang, melainkan kecerdikan dan keberanian mengambil kesempatan. Semuanya berkat ajaran hidup serta teladan yang diberikan sehari-hari, hingga kemiskinan yang mereka alami bukan merupakan penderitaan semata melainkan proses kehidupan yang harus diperjuangkan. Beberapa saat lalu diriku sempat membaca kisah ‘ibuk’ karya Iwan Setyawan yang juga merupakan biografi perjuangan kehidupan seorang wanita, demi keluarganya, suami serta anak-anaknya. 

Books "KAZE"



Books : “KAZE”
Judul Asli : DEATH AT THE CROSSROADS
Copyright © 1998 by Dale Furutani Flanagan
Penerbit Qanita
Alih Bahasa : Meithya Rose
Editor : Andhy Romdani
Proff Reader : Ocllivia Dwiyanti P.
Illustrations by Rahmat Gandari
Cover by Dodi Rosadi
Cetakan ke-01 : November 2008 ; 384 hlm

Kesan :
Buku ini merupakan bagian pertama dari trilogi yang ditulis oleh Dale Furutani-seorang keturunan Jepang-Amerika, dimana suatu hari ia terinspirasi untuk membuat kisah tentang kehidupan masyarakat Jepang terutama dalam masa peralihan sekitar tahun 1603 – suatu masa dimana selama 250 tahun kemudian Jepang dibawah kendali Tokugawa Shogunate.

Yang membuat kisah ini agak berbeda karena penulis memilih pendekatan dengan menulis fiksi berbau misteri – mengingat masyarakat pada waktu itu juga masih memegang kepercayaan akan adanya roh-roh jahat serta pemujaan dewa-dewa. Walaupun tema yang disajikan dapat dikatakan cukup sederhana, namun cara penulisan dengan dialog-dialog yang menyisipkan istilah serta kata-kata Jepang, mampu membuat pembaca seakan menonton sandiwara Jepang ( dengan bahasa yang lebih mudah dipahami tentunya ).

Selain menampilkan tokoh utama seorang Samurai bernama Matsuyama Kaze, penulis juga menyelipkan berbagai karakter yang mewarnai kisah ini – mereka terutama adalah korban-korban peperangan tiada henti yakni rakyat jelata.  Kisah kehidupan mereka dituturkan dengan manis, walaupun hanya sedikit namun mampu memberikan gambaran sekilas tentang keadaan pada jaman tersebut.

Books "SHIN SUIKODEN" [ Part One ]



Judul Asli : SHIN SUIKODEN 
( book I by Eiji Yoshikawa )
Copyright ©1990 Eimei Yoshikawa
Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Mikihiro Moriyama & Tim Kansha
Desain Cover & Isi : Iksaka Banu & Husni Kamal 

Prolog :
Suikoden – yang juga dikenal sebagai Kisah Batas Air dan 108 Pendekar, merupakan karya besar klasik Cina, yang telah disadur dan diadaptasi ulang dalam berbagai macam tulisan, puisi, diangkat ke layar lebar, televisi, bahkan dibuat sebagai games maupun dalam format komik manga. Sedangkan Shin Suikoden adalah salah satu karya Eiji Yoshikawa – sang maestro kisah petualang Jepang, yang  melakukan adaptasi atas karya klasik dengan memadu unsur-unsur historis dan intrik-intrik, menjanjikan petualangan yang seru dan menantang melalui bahasa yang lugas serta dialog-dialog percakapan yang menggelitik, menggugah rasa penasaran setiap pembaca, sehingga meskipun bukan pecinta karya klasik historis – namun tak akan mampu menahan rasa penasaran dan tertarik saat mulai membaca kisah ini ...

Sinopsis :
Kisah dimulai pada era sekitar 900 tahun silam, saat Daratan Cina yang luas masih disebut sebagai Negara Dai Sou dengan ibukota Tou Kei, di provinsi Ka Nan, wilayah Kai Hou, dan tampuk pemerintahan dipegang oleh Kaisar Jin Sou – keturunan keempat dari Dinasti Sou. Saat itu negara sedang dalam kondisi kesusahan. Wabah penyakit menyerang, panenan gagal, rakyat tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, kejahatan akibat kekurangan serta kemiskinan mulai meningkat. Demi mengatasi ancaman bahaya yang lebih besar, Kaisar memerintahkan seluruh wihara dan kuil di negara tersebut untuk mengadakan doa khusus demi keselamatan negara dan rakyat. 

Kuil Jou Sei yang terletak di wilayah Gunungan Ryu Kou – yang merupakan pusat kepercayaan agama Tao di seluruh negeri semenjak jaman dahulu kala, mendapat kunjungan khusus dari Jendral Kou Shin sebagai utusan resmi Kerajaan untuk menyampaikan pesan kepada Pendeta Kyo Sei – Ketua Kuil Suci. Melalui perjalanan jauh yang tidak mudah, Jenderal Kou Shin mendapati bahwa sang Pendeta justru telah berangkat menuju ibukota, maka sebagai pejabat pemerintah, beliau dipersilahkan beistirahat dahulu sebelum kembali ke ibukota. 

Books "BOTCHAN"



Books “BOTCHAN”
Judul Asli : BOTCHAN
Copyright © by Natsume Soseki
English Translation by Alan Turney
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Indah Santi Pratidina
Cetakan ke-01 : Februari 2009 ; 224 hlm
Cover by Martin Dima 

Sinopsis :
Botchan adalah sosok laki-laki yang mengalami banyak hal dalam kehidupan pribadinya. Semenjak kanak-kanak, ia tak pernah lepas dari ‘masalah’ – sehingga membuat dirinya dianggap anak berandalan yang tak punya masa depan.

Baik ayah, ibu maupun kakaknya, tak pernah ada yang menyukai maupun memahami semua tingkah lakunya. Hanya seorang wanita tua, pelayan keluarga mereka, yang menyayangi dirinya serta mampu melihat bahwa dibalik semua ‘keributan dan masalah’ yang diperbuat – yang ada hanyalah sosok manusia yang jujur, apa adanya, sifatnya yang tak suka berpura-pura serta bertindak secara spontan inilah yang justru sering membuatnya menghadapi masalah. 

Sejalan dengan waktu, bocah tersebut tumbuh menjadi pria dewasa, jauh dari keluarganya yang ‘membuangnya’–hingga saat terakhir berbekal sebagian warisan keluarga yang diberikan kakaknya, dia memutuskan secara spontan menerima tawaran pekerjaan sebagai guru di daerah pelosok. Kiyo – sang mantan pelayan yang dianggapnya sebagai satu-satunya kerabat yang mengasihinya, mengantar ‘kepergiaan-nya’ dengan pesan agar berhati-hati dalam menjaga tingkah-lakunya yang suka tanpa ‘tedeng aling-aling’ alias blak-blakan dan berusaha beradaptasi di daerah baru yang akan dituju.

Books "MEMOIRS OF A GEISHA"



Books “Memoar Seorang Geisha”
Judul Asli : MEMOIRS OF A GEISHA
Copyright © 1997 by Arthur Golden
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Cetakan XI : Desember 2007 ; 496 hlm
[ Review in Indonesia & English ]

[ Period : 1930 ] ~ [ Setting : Yoroido – Kyoto ; Japan ] ~ [ Facts : History about the living of geisha community in Gion District, Kyoto ]

Awal pembukaan kisah cukup menarik, dimulai dengan kata pengantar berjudul ‘Catatan Penerjemah’ yang anehnya berbeda dengan nama alih bahasa di edisi terjemahan ini, namun sambil melanjutkan halaman demi halaman, dan melalui hasil wawancara dengan sang penulis, ternyata memang kondisi ini disengaja, untuk mendekatkan pembaca dengan penuturan lewat sudut pandang orang pertama : sosok Sayuri – tokoh utama kisah ini, dengan perantaraan orang kedua, yaitu ‘sang penerjemah’, yang dituturkan bagaikan sebuah memoar. Ini adalah sebuah kisah fiksi yang memperoleh banyak masukan dari gambaran kehidupan nyata para geisha di era tahun 1930-an. Meski sebuah fiksi belaka, namun banyak kebenaran di dalamnya, fakta-fakta yang selama ini tersembunyi dalam suatu komunitas kehidupan yang penuh dengan kontroversi serta skandal. 

Tokoh utama dalam kisah ini adalah gadis cilik bernama Chiyo – putri kedua pasangan nelayan miskin Minoru Sakamoto dari pernikahannya yang kedua. Ia memiliki kakak perempuan bernama Satsu yang berbeda usia 7 tahun. Jika Satsu sangat mirip dengan ayah mereka, maka Chiyo mirip sekali dengan ibunya, terutama sepasang mata besar berwarna kelabu transparan, sesuatu yang langsung menarik perhatian dimana sebagian besar warna mata di Jepang adalah gelap atau kecokelatan. Saat Chiyo berusia 7 tahun, sang ibu jatuh sakit dan tak pernah pulih, membuatnya senantiasa berbaring tak berdaya dan kesakitan di atas tempat tidur.